TANTRUM - Imunitas atau kekebalan tubuh merupakan sistem mekanisme yang dimiliki oleh suatu organisme untuk melindungi dirinya dari pengaruh biologis luar.
Caranya dengan mengidentifikasi dan membunuh zat-zat pathogen serta sel tumor.
Fungsi dari sistem imun adalah melindungi tubuh dari invasi penyebab penyakit, menghancurkan dan menghilangkan mikroorganisme atau substansi asing lain (bakteri, parasit, jamur, virus) yang masuk ke dalam tubuh.
Selain menghilangkan jaringan atau sel yang mati atau rusak untuk perbaikan jaringan, serta mengenali dan menghilangkan sel yang abnormal.
"Puasa dapat membantu mengurangi pertumbuhan sel tumor dan penyebaran sel kanker ke seluruh tubuh. Kanker adalah penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan sel yang tidak terkendali. Para peneliti telah menemukan bahwa beberapa efek menguntungkan dari berpuasa pada metabolisme dapat membantu menurunkan risiko kanker," kata Sumartini Dewi, Kepala Pusat Studi Imunologi Fakultas Kedokteran Universits Padjadjaran - Rumah Sakit Hasan Sadikin (UNPAD-RSHS) ditulis Bandung, Sabtu, 4 Juni 2022.
Dewi menuturkan menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan yang diketuai oleh Profesor Valter Longo di University of Southern California (UCLA) Amerika Serikat, menyebutkan bahwa puasa selama tiga hari berturut-turut dapat menyebabkan peningkatan yang signifikan bagi kesehatan, khususnya dalam peningkatan daya tahan tubuh.
Dalam penelitian tersebut, para peneliti menemukan bahwa rasa lapar memicu sel-sel induk dalam tubuh untuk memproduksi sel darah putih baru untuk melawan infeksi.
Para peneliti itu juga menyebutkan bahwa puasa berfungsi sebagai 'pembalik sakelar regeneratif' yang mendorong sel induk menciptakan sel darah putih baru.
Penciptaan sel darah putih baru inilah yang mendasari regenerasi seluruh sistem kekebalan tubuh.
"Puasa memberi tanda ‘OK’ bagi sel induk hematopoiesis untuk terus berkembang biak, membangun kembali seluruh sistem imun. Selain itu tubuh juga menyingkirkan bagian-bagian dari sistem imun yang rusak, tua, atau tidak efisien selama berpuasa," ucap Dewi.
Hasil penelitian gabungan dari Israel, Italia, dan Maroko, yang diterbitkan dalam Journal Frontiers in Immunology pada November 2017 memberikan hasil yang serupa, yaitu puasa Ramadan mempengaruhi sistem kekebalan tubuh menjadi lebih baik.
Fenomena puasa yang dilakukan oleh umat muslim setiap bulan Ramadan ujar Dewi, juga menarik perhatian seorang profesor biologi di sebuah perguruan tinggi bergengsi di Amerika Serikat, Massachusetts Institute of Technology (MIT).
Mereka kemudian meneliti kaitan puasa dengan sistem imun. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh David Sabatini, seorang profesor biologi MIT (Massachusetts Institute of Technology) dan anggota Whitehead Institute for Biomedical Research dan Koch Institute, yang dipublikasikan di jurnal Cell Stem Cell pada 3 Mei 2018, menyimpulkan bahwa puasa dapat meningkatkan secara pesat kemampuan regenerasi sel-sel punca pada hewan coba tikus, baik tikus muda maupun tikus tua.
"Penelitian ini telah memberikan bukti bahwa puasa menginduksi 'sakelar metabolik' di sel-sel punca usus, dengan memanfaatkan pembakaran lemak (Massachusetts Institute of Technology, 2018)," ungkap Dewi.
Berpuasa juga memiliki banyak efek pada sel-sel usus, termasuk meningkatkan regenerasi sel untuk mengatasi penyakit-penyakit yang menyerang usus, seperti infeksi ataupun kanker, menurut Omer Yilmaz, asisten profesor biologi MIT yang juga merupakan salah satu peneliti senior dalam riset tersebut.
Dengan berpuasa inilah membantu memfokuskan energi tubuh untuk memerangi infeksi. Beberapa peneliti di University of Southern California tertarik mempelajari kaitan antara puasa dan daya tahan tubuh.
Berita Terkait
-
Gandeng Hengky Kurniawan, Run Like a Pro di Bandung Dorong Gaya Hidup Sehat Anak Muda
-
Bobotoh Harap Bersabar! Debut Mariano Peralta Dipastikan Tertunda Gegara Ini
-
11 Pemain Asing Sudah Diamankan Persib Bandung untuk Arungi Musim 2026/2027
-
Bukan Cedera, Ini Alasan Debut Mariano Peralta Bersama Persib Tertunda
-
Bandung Coffee Carnival 2026 Banjir Promo dan Hadiah Menarik dari BRImo
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
Terkini
-
Kejutan Survei SMRC: Jika Pilpres Digelar Sekarang, Prabowo Tidak Akan Terpilih Lagi
-
Plt Bupati Sukoharjo Jalani Pemeriksaan KPK, Penyidikan Kasus Etik Suryani Bergulir
-
Bukan Cuma yang Viral, Alyssa Daguise Beberkan Rahasia Pilih Skincare yang Aman untuk Baby Soleil
-
BRIN Kembangkan Teknologi untuk Pulihkan Lahan Bekas Tambang, Seberapa Efektif?
-
Anggota DPRD Medan Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pengeroyokan
-
Memanas! Tiga Anggota DPRD Kota Madiun Walk Out dari Paripurna KUA-PPAS 2027
-
Mitsubishi Xforce Apakah Pakai Sunroof? Ini Perbandingannya dengan Versi Lawas
-
Belanja Auto Dicap Boros? Perempuan dan Dilema Nikmati Hasil Kerja Sendiri
-
Jelang Lawan Vietnam, Media Tetangga Sindir Timnas Indonesia dengan Bendera Belanda dan Australia
-
Tawarkan Bunga Ringan, Penyaluran KUR Perumahan dan FLPP BRI Dominasi Kuota Nasional