/
Senin, 06 Juni 2022 | 19:16 WIB
suara.com

TANTRUM - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) mencatatkan, sekitar 65,6 persen dari portofolio kredit BRI di kuartal I 2022 mengacu pada prinsip ESG atau environmental (lingkungan), social (sosial), dan governance (tata kelola) dengan total lebih Rp 639,9 triliun dari total penyaluran kredit BRI. 

"Jumlah ini meningkat 13,4 persen dibandingkan dengan pencapaian periode yang sama tahun lalu, yaitu sekitar 62,9 persen dari total penyaluran kredit atau senilai Rp564 triliun," kata Sunarso dalam keterangan resmi, Senin, 6 Mei 2022.

Dari total penyaluran kredit BRI yang mengacu pada penerapan prinsip ESG pada kuartal I 2022 tersebut, porsi terbesar diserap oleh sektor UMKM yang mencapai Rp 568,4 triliun, disusul oleh sektor pengelolaan lingkungan berkelanjutan sebesar Rp45,2 triliun, dan transportasi rendah emisi senilai Rp 14,6 triliun.

BRI mengklaim telah menjadi perusahaan pertama di Indonesia yang mempublikasikan sustainability report. ESG menjadi isu yang dimanifestasikan dalam kebijakan di tataran internal perseroan melalui General Sustainable Finance dan CPO Policy dan BRI juga menjadi First Mover on Sustainable Banking.

"BRI juga menerapkan kebijakan pembiayaan sektoral yang mengacu pada mitigasi risiko berdasarkan prinsip ESG yang akan terus ditingkatkan terutama dalam pemberdayaan segmen UMKM sebagai inti bisnis BRI," katanya. 

BRI telah diangkat ketua Inisiatif Keuangan Berkelanjutan Indonesia (IKBI). Berlanjut pada 2019, BRI menerbitkan sustainability bond senilai 500 juta dolar AS dan membuat rencana aksi keuangan berkelanjutan untuk periode 2019-2024.

Kemudian pada 2020 dan 2021 perseroan melakukan kalkulasi emisi dari gas rumah kaca, mendirikan ekosistem ultra mikro (UMi), dan membentuk secara khusus ESG Desk dan ESG Committee.

Load More