TANTRUM - Mengusung tema “Cultural Heritage Kota Bandung”, mahasiswa Program Studi Hubungan Masyarakat Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (Unpad) program tur virtual di Kota Bandung.
Kampanye bertajuk “Ngalalana Bandung” ini digagas sejumlah mahasiswa sebagai proyek akhir mata kuliah Pengelolaan Kegiatan Humas (PR Event) yang digelar Sabtu (11/6/2022) lalu.
Project Officer Ngalalana Bandung Amira Syahrani, mengatakan kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap peninggalan bangunan bersejarah di Kota Bandung.
“Bangunan bersejarah ini merupakan warisan budaya bersejarah secara nasional, tetapi sayangnya kurang mendapat perhatian dari wisatawan karena tergeser dengan wisata alam maupun buatan yang viral,” ujar Amira Syahrani, dikuip dari situs Unpad, Rabu (15/6/2022).
Menurutnya, penting untuk melakukan kampanye mengenai pentingnya mengetahui berbagai bangunan bersejarah di Bandung. Banyak segudang cerita di balik berdirinya bangunan bersejarah tersebut yang menarik dipelajari.
Dalam rilis yang diterima Kanal Media Unpad, Amira menjelaskan, tur virtual ini digelar untuk mengajak masyarakat berwisata sekaligus menyimak berbagai kisah menarik dari tinggalan bangunan bersejarah di Bandung.
Kegiatan ini tidak sekadar menyodorkan wisata, tetapi juga memberikan informasi penting mengenai obyek yang dikenalkan.
“Melalui tema tersebut, Ngalalana Bandung memberikan pengalaman turisme dan pengetahuan baru mengenai sejarah wisata warisan budaya Kota Bandung melalui teknologi video conference. Lewat virtual tour ini masyarakat dapat menikmati wisata sejarahdan mengetahui sejarah di baliknya tanpa perlu pergi langsung ke Bandung,” paparnya.
Tur virtual ini diikuti 62 peserta dari dalam maupun luar Bandung. Dalam menggelar tur virtual ini, mahasiswa bekerja sama dengan sejumlah pemangku kepentingan, seperti Himpunan Mahasiswa Sejarah Unpad, Hima Humas Unpad, UPIGEN, serta sejumlah media lainnya.
Tur Virtual Cultural Heritage di Kota Bandung ini menjelajahi beberapa destinasi wisata dengan menelusuri berbagai gedung di sekitaran Jalan Asia Afrika hingga Jalan Braga.
Dimulai dari Titik Nol Kota Bandung, Hotel Savoy Homann, De Vries, Museum KAA, Gedung Merdeka, Gedung Palaguna, Bioskop Dian, Pendopo, Gedung Swarha, Gedung Escompto, Kantor Pos dan Istal Kuda, Penjara Soekarno/Penjara Banceuy dan berakhir di Gedung Bioskop De Majestic.
Tur tersebut dipandu oleh Firman Juliansyah yang memberikan penjelasan dan bercerita mengenai sejarah dari bangunan yang dilewati. Kegiatan ini juga dihadiri Dosen Fikom Unpad Renata Annisa, M.M., dan Kaprodi Magister Pariwisata Berkelanjutan Unpad Dr. Evi Novianti.
Lewat acara ini, ia berharap masyarakat bisa lebih peduli dengan lingkungan sekitar dan menyadari bahwa setiap bangunan memiliki warna dan cerita di baliknya sehingga kita harus menjaga bangunan-bangunan tersebut yang menjadi akar dari sejarah Kota Bandung.
“Tidak hanya itu, semoga dengan terselenggaranya acara ini masyarakat dapat berkunjung ke lokasi wisata ini agar wisata cultural heritage Kota Bandung tetap terjaga kelestariannya,” ujar Amira.
Tag
Berita Terkait
-
Kabar 60.000 Calon Mahasiswa Mundur, Imbas Biaya Kuliah Mahal?
-
Menyusuri Dunia Antariksa dari Jakarta Lewat Skyworld TMII
-
Gunung Kawi di Kota Apa? Ramai Dikaitkan dengan Isu Pesugihan Artis dan Pejabat
-
Tak Relevan, Aksi Reformasi Jilid II Dinilai Bukan Aspirasi Mahasiswa
-
Meriah! Ratusan Warga Lembang Beradu Tomat dalam Festival Perang Tomat 2026
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Puncak HJB ke-544: Sentul City Sukses Fasilitasi Turnamen Minisoccer Antar Jurnalis se-Bogor Raya
-
Pakar Manajemen Publik: Ambisi Politik Keluarga Jokowi Berisiko Rusak Kepercayaan Demokrasi
-
Alwi Hasbi Silalahi: Pemko Medan Harus Total Beri Jaminan Keamanan di Rakernas Apeksi
-
Bawa-bawa Logo Koperasi di Pesan Kesehatan, Strategi Komunikasi Pemasaran Aqua Menuai Kritik
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma
-
Prediksi Harga Emas Pekan Ini, Perang AS-Iran Bisa Picu Penguatan?
-
6 Hotel Seru untuk Staycation Saat Liburan Sekolah, Ada Petualangan Anak hingga Tepi Pantai
-
Importa Raih Rekor MURI, Penjualan Lemari Pakaian Besi Tembus 1 Juta dalam 5 Tahun
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India