TANTRUM - Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, yang memimpin Ministerial Conference on Uniting for Global Food Security bersama dengan menlu dari Jerman, Prancis, Amerika Serikat, dan Senegal, mengajak dunia bersatu untuk memulihkan rantai pasok pangan secara global.
Konferensi yang diselenggarakan di bawah Presidensi G7 Jerman dan dilakukan secara hybrid pada Jumat (24/6), Retno menegaskan bahwa perang selalu menjadi tragedi kemanusiaan dan dampaknya tidak terbatas pada satu wilayah saja.
Ministerial Conference on Uniting for Global Food Security merupakan pertemuan yang diinisiasi Jerman sebagai pemegang Presidensi G7 tahun 2022.
Pertemuan itu dihadiri oleh menlu, menteri pertanian, dan menteri pembangunan dari berbagai negara G7, negara anggota Champions of Global Crisis and Response Group, serta sejumlah negara donor dan perwakilan organisasi internasional.
Menteri Luar Negeri Indonesia menegaskan, perang yang saat ini terjadi telah menghancurkan sistem pangan global yang sebelumnya sudah dilemahkan oleh pandemi dan perubahan iklim.
"Di waktu yang sulit ini, dunia tidak punya pilihan lain selain bersatu untuk memulihkan ketahanan pangan global," kata Retno
Terkait isu ini, Retno menyampaikan dua hal yang penting dilakukan dalam jangka pendek yaitu pertama, dunia tidak boleh menyerah untuk menemukan solusi damai di Ukraina dengan tetap menegakkan hukum internasional.
"Perang ini harus segera dihentikan, dan seluruh pihak harus berkontribusi pada tujuan ini," ujar dia.
Kedua, dunia perlu segera memulihkan rantai pasok pangan dan pupuk global yang terganggu sebagai akibat dampak perang. Jika dunia gagal mengatasi krisis pupuk, maka akan terjadi krisis beras yang menyangkut nasib lebih dari dua miliar penduduk dunia.
Baca Juga: Kang Yana: Perangi Narkoba dari Keluarga!
Solusi efektif terhadap krisis pangan ini, adalah dilakukannya reintegrasi produksi pangan Ukraina dan produksi pangan dan pupuk Rusia pada pasar dunia, terlepas dari perang.
"Perlu diamankan sebuah grain corridor dari Ukraina dan dibukanya ekspor pangan dan pupuk dari Rusia. Seluruh negara harus menahan diri dari tindakan yang semakin memperburuk krisis pangan ini," kata Retno.
Ia menjelaskan, dunia perlu berkolaborasi untuk mendorong investasi yang dapat meningkatkan produktivitas pertanian, mendiversifikasi produksi dan impor pangan, serta mendorong perdagangan produk pertanian yang non-diskriminatif.
Di akhir pernyataannya dalam konferensi yang dihadiri lebih dari 25 negara itu, Retno menegaskan, bahwa dunia kini berpacu dengan waktu untuk segera bertindak mengatasi krisis pangan global.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 5 Kejanggalan Video Benjamin Netanyahu Terbaru, PM Israel Beneran Tewas?
Pilihan
-
Iran Umumkan Kabar Duka! Ali Larijani dan Gholamreza Soleimani Tewas sebagai Martir
-
Trump Ditinggal Tangan Kanan, Direktur Kontraterorisme AS Joe Kent Mundur
-
Waspada Puncak Arus Mudik Besok! 187 Ribu Orang Bakal Padati Bandara Soekarno-Hatta
-
Rudal Iran Hantam Jantung Israel Malam Ini, Saksi Mata: Bumi Bergetar seperti Gempa
-
Ledakan Besar di Baghdad! Kedutaan AS Diserang Drone dan Roket
Terkini
-
Presiden Prabowo Penuhi Permintaan Warga Aceh, Salurkan Bantuan Daging Meugang Sambut Idulfitri
-
Iran Umumkan Kabar Duka! Ali Larijani dan Gholamreza Soleimani Tewas sebagai Martir
-
Siap-siap! One Way Nasional Cikampek-Kalikangkung Dimulai Rabu Siang Ini
-
Mau Mudik Tapi Takut Boros? Simak Tutorial Mudik Seru Tanpa Bikin Dompet Boncos
-
KPK Bongkar Jaringan Pemerasan THR Bupati Cilacap: Diduga Berakar dari Proyek Swasta
-
Imsak dan Buka Puasa Palembang 18 Maret 2026, Catat Batas Sahur dan Jam Magrib Hari Ini
-
Jangan Sampai Terlewat! Imsak Bandar Lampung 18 Maret 2026, Catat Batas Sahur dan Waktu Subuh
-
Imsak Jakarta 18 Maret 2026 Jam Berapa? Catat Batas Sahur dan Jadwal Salat Hari Ini
-
Heboh! Di Sini Calon Politisi Perempuan Diminta Layanan Seks demi Tiket Pemilu
-
Info A1: Perang Lawan Iran karena Kebodohan Trump Ditipu Lobi Israel dan Tokoh Media AS