TANTRUM - Pasar kripto berada pada musim dingin yang ditandai dengan tingginya penjualan sehingga berdampak pada berjatuhannya harga aset kripto, termasuk kripto-kripto utama seperti Bitcoin, Ethereum, Binance Coin, dan lain-lain.
Teknologi blockchain yang menopang cryptocurrency disebut sebagai evolusi perangkat lunak paling signifikan sejak era internet, sebagimana dinyatkaan laporan Bank of America, sebagaimana ditulis Will Canny di Yahoo, yang dikutip Rabu (29/6/2022).
Laporan itu menyebutkan bahwa kekhawatiran tentang apa yang disebut "musim dingin kripto" belum membekukan minat investor di sektor ini. Laporan tersebut menindaklanjuti konferensi "Web3 & Digital Assets Day" bank, yang berlangsung minggu lalu.
Percakapan dengan beberapa dari 160 klien yang menghadiri acara tersebut memperjelas bahwa “teknologi blockchain dan ekosistem aset digital akan tetap ada,” kata laporan itu, dan bank tetap optimis untuk adopsi aset digital arus utama.
Bank mengatakan beberapa pembicara menunjukkan bahwa proyek paling inovatif dibangun selama penurunan pasar sebelumnya, dan bahwa penurunan baru-baru ini, meskipun menyakitkan, "kemungkinan sehat untuk pengembangan ekosistem dalam jangka panjang."
“Keterlibatan klien terus tumbuh dan fokus tetap pada perkembangan pesat dan sifat mengganggu teknologi blockchain, meskipun harga token turun dan berita utama yang menunjukkan kematian ekosistem telah tiba,” kata catatan itu.
Peserta yang berbicara di acara tersebut mengatakan kejelasan peraturan sangat penting untuk keterlibatan institusional dan perusahaan, yang pada akhirnya dapat mempercepat penggunaan di dunia nyata dan menghasilkan adopsi arus utama karena kepercayaan konsumen di sektor ini meningkat, catatan itu menambahkan.
Itu adalah pandangan konsensus bahwa investor institusional dan perusahaan sedang bersiap untuk memasuki ekosistem aset digital, tetapi tetap berada di sela-sela sampai kerangka peraturan yang komprehensif ditetapkan, kata laporan itu.
Laporan juga mengatakan produk aset digital dapat menarik satu miliar pengguna pertama, tetapi “miliar berikutnya kemungkinan akan membutuhkan jembatan yang lebih baik antara ekosistem fiat dan crypto dan penciptaan ekosistem crypto-native, di mana individu tidak mengetahui aplikasi yang memanfaatkan teknologi blockchain.”
Baca Juga: Arema FC Segera Perkenalkan Striker Asing Baru untuk Liga 1 2022/23
Bank menegaskan kembali pandangannya bahwa teknologi blockchain memberikan evolusi perangkat lunak paling signifikan sejak era internet. Bahkan ekosistem yang muncul dari aplikasi Web3 memiliki “potensi untuk mengubah setiap industri.”
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
- 3 HP Murah dengan Kamera Underwater Rp2 Jutaan, Cocok Buat Foto dan Video dalam Air
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Prabowo Masih Menimbang-nimbang Siapa Jampidsus Baru Pengganti Febrie Adriansyah
-
Didukung Bebi Romeo dan Once Mekel, Janner Clay Siahaan Rilis 6 Karya Sekaligus
-
DBL Indonesia Buka Musim Baru dengan Gebrakan Besar, 31 Kota Jadi Rumah bagi Para Pengejar Mimpi
-
Hasto Kritik TNI-Polri Ikut Awasi Pajak: Penyalahgunaan Kekuasaan
-
3 Lipstik Inez yang Halal dan Tahan Lama, Warnanya Intens dan Tak Bikin Bibir Kusam
-
Fenomena Gaji Numpang Lewat: Gaya Hidup dan Tekanan Sosial yang Bikin Boros
-
Spesifikasi Kapal Induk Tua Italia ITS Giuseppe Garibaldi: Dipensiunkan Sejak 1971
-
Densus 88 Tangkap Teroris di Ciamis dan Lampung, Bongkar Propaganda Medsos
-
Marko Simic Ternyata Punya Peran Besar di Balik Kedatangan 2 Pemain Asing Persija
-
Satgas Percepat Rehab-Rekon Pascabencana Sumatera, Anggaran Rp100,1 Triliun Disiapkan hingga 2028