TANTRUM - Barang-barang antik alias vintage tak lagi digemari para kolektor saja. Anak-anak muda pun kini mulai kepincut mengoleksi barang antik. Hal ini diakui pedagang barang antik di Pasar Cikapundung, Kota Bandung.
Salah satu penjual barang antik di Pasar Cikapundung, Yosep Tobing mengatakan,
peminat barang antik dewasa ini makin bertambah, bukan hanya kolektor saja yang datang mencari barang tua ini, tetapi anak muda.
Anak muda mulai tertarik dengan barang vintage karena tren mengoleksi barang vintage kembali mencuat.
Pasar Cikapundung berlokasi di Jalan ABC Blok U-1, Braga, Sumurbandung, Kota Bandung. Mulai dari uang koin zaman dulu hingga kamera tahun 50-an. Sehingga tempat ini menjadi tempat berkumpulnya ragam aksesori yang telah melewati ragam zaman.
Yosep Tobing mengatakan, tokonya menyediakan ragam barang antik dari masa ke masa.
“Saya jualan barang-barang vintage dari tahun 50 sampai 90-an. Seperti jam, kamera analog, piringan hitam, terus ada pajangan-pajangan kecil juga,” kata Yosep Tobing, dikutip dari siaran pers Humas Pemkot Bandung, Minggu (3/7/2022).
Yosep mengaku mendapatkan barang dagangannya dari sejumlah daerah di Indonesia. Bahkan ada yang didapatkan dari luar negeri.
“Dapatnya kita dari luar kota, sampai luar negeri juga ada. Kita memilih untuk cari sendiri, langsung turun ke jalan,” ungkapnya.
Baca Juga: Bocah Ini Tegur Perempuan yang Gunakan Celana Tak Tutupi Aurat, Videonya Banjir Pujian
Kisaran harga barang antik dibanderol mulai dari Rp100.000 sampai jutaan.
Salah satu pengunjung, Nisa merasa senang dengan adanya pasar antik ini karena dapat membuat dirinya merasakan vibes masa lalu.
“Saya senang sekali nemu pasar ini, soalnya kaya saya jadi ikut ada di zaman ketika barang-barang ini masih jadi barang baru, terus barang-barangnya pun unik-unik,” ujarnya.
Jadi, bagi yang senang dengan barang-barang vintage, Pasar Cikapundung lantai 3 harus menjadi tujuan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Senin Terasa Berat Setelah Libur Panjang? Ini Fenomena Bare Minimum Monday yang Lagi Viral
-
Utang Puasa atau Syawal Dulu? Ini Jawaban Ulama yang Banyak Dicari Umat Muslim
-
Tren Baru Pasca Lebaran: Loud Budgeting, Cara Jujur Ngaku Lagi Bokek Tanpa Malu
-
Hingga Malam Ini, 1,1 Juta Pemudik Padati Bakauheni, Kendaraan Ikut Melonjak
-
PP Tunas Mulai Diterapkan, Banyak Kasus Anak Berawal dari Medsos Tanpa Pengawasan
-
Sinopsis Film Emmy, Angkat Kisah Emmy Saelan: Pahlawan Perempuan Makassar
-
ASN Jawa Timur Resmi WFH Setiap Hari Rabu, Kenapa Pilih di Tengah Pekan Ya?
-
Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia
-
Dari Nostalgia Rasa ke UMKM Sukses, D'Kambodja Heritage Tumbuh Bersama Dukungan BRI
-
Menghidupkan Kenangan Lewat Rasa, D'Kambodja Jadi Ikon Kuliner Semarang Berkat Dukungan BRI