/
Jum'at, 15 Juli 2022 | 19:01 WIB
(Humas Bandung)

Terkenal dengan pusat belanja oleh-oleh dan juga mall yang diberi nama Ciwalk.

Lantas, tahu enggak sih kenapa namanya harus Cihampelas? Jadi, Cihampelas ini berasal dari ‘Ci’ yang berarti air dan 'Hampelas' yang merupakan pohon dengan daun kasar seperti ampelas.

Ampelas yang biasa digunakan untuk menghaluskan sesuatu? Yaps, betul sekali. Dapat diartikan Cihampelas ini yaitu air yang memiliki khasiat untuk menghaluskan kulit.

Di sekitaran daerah ini juga ada aliran sungai yang dipenuhi dengan banyak pohon hampelas. Sehingga diberi nama Cihampelas.

3. Cinambo

Cinambo berasal dari kata ‘Ci’ dan ‘Nambeu’. Di mana ci di sini yaitu air dan nambo adalah bekas dasar sungai atau menggenang.

Pada awal ke-19, wilayah Cinambo ini berada di pinggir Rawa Gegerhanjuang. 

Secara geografi merupakan tempat yang memiliki kondisi dataran rendah yang merasal dari aliran sungai yang kering.

Ada juga yang mengatakan bahwa Cinambo ini berasal dari kata ‘Ci’ dan ‘Numbu’ yang berarti air yang nyambung. 

Baca Juga: Daftar Bahasa Korea yang Sudah Masuk KBBI, Ada Oppa dan Kimci

Jika dilihat dari sisi demografisnya Cinambo ini dikelilingi oleh 4 sungai yakni Cilutung, Ciburuy, Cipager, dan Ciwaru.

4. Cibiru

Coba tebak deh tebak sejarah dari Cibiru ini apa? Pasti air yang berwarna biru kan? Nah, betul sekali. 

Jadi pada zaman dahulu, ada sebuah pohon yang jika dibelah itu mengeluarkan cairan berwarna biru.

Pohon tersebut akhirnya dijadikan referensi penamaan daerah Cibiru ini. 

Tetapi, pohon tersebut hingga kini masih belum bisa dibuktikan kebenarannya. 

Beberapa mengatakan memang benar adanya di daerah Cibiru Atas, sebagian lainnya mengatakan tidak ada.

Kalaupun memang ada, mungkin akan menjadi warisan alam yang luar biasa di Bumi Priangan ini.

5. Cipaganti

Ciri khas pepohonan di sepanjang jalan Cipaganti dan juga bangunan-bangunan tua peninggalan Belanda memang tak perlu diragukan lagi keberadaannya.

Tak hanya itu, diruas jalan Cipaganti bagian bawah juga terdapat sumur kecil yang letaknya di trotoar, sehingga menjadi asal muasal penggunaan 'Ci’ di jalan Cipaganti.

Lantas, pagantinya ini apa? Nah, paganti tersebut erat kaitannya dengan kejadian pada masa penjajahan. Pada saat itu pemerintah kolonial berniat memindahkan pusat pemerintahan. Jadi, ‘Paganti’ ini berarti pengganti yang berkaitan dengan rencana pemindahan tersebut.

6. Cijerah

Berbeda dari 5 sejarah nama di atas, Cijerah ini diambil dari nama tokoh yang sangat berpengaruh di daerah tersebut. Yakni, KH. Mama Cijerah.

Beliau merupakan ulama yang sangat tawadhu juga cerdas dalam menyikapi berbagai persoalan. Sehingga ia sangat disegani oleh siapa pun. Sebagai ulama besar, 3 dari santrinya berhasil menjadi seseorang yang luar biasa hebat. 

Seperti presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno. Dua lainnya yakni KH. Aang dan juga KH. Mama Sindang yang juga mendirikan pesantren Al-Jawami.

Oleh karena pengaruhnya yang sangat besar, beliau dikenang sebagai nama daerah di Kota Bandung. Hingga saat ini Cijerah menjadi salah satu daerah yang kuat dalam menjaga kemurnian akidahnya.

Load More