/
Sabtu, 16 Juli 2022 | 20:28 WIB
(Tangkapan Layar: Tiktok)

Rindu segala-gala-gala-gala-galanya

Salaki batur keun wae

asal ngamodalan wae

Aa ulah eueut wae

Bisi dikerem di wc

Kurindu gayamu ketika bercanda

Tawa lepas renyah ceria

Kurindu gayamu ketika bermanja

Meluluhkan segenap jiwa

Baca Juga: Gelar Konser di Jakarta, Epik High Bikin Penggemar Geleng-Geleng Kepala

Kurindu bagaimana engkau membujuk

Ketika 'ku merajuk

Kurindu bagaimana engkau mengasihi

Ketika kubersedih

Kini 'ku telah kembali

Kembali padamu, kasih

Setelah lama kutinggal pergi

Lama sudah 'ku menanti

Menanti memadu kasih

Penuh rasanya rindu di hati

Oh, tiada terkira

Rindu segala-gala-galanya

Oh, tiada terkira

Rindu segala-gala-gala-gala-galanya

Oh, tiada terkira

Rindu segala-gala-galanya

Oh, tiada terkira

Rindu segala-gala-gala-gala-galanya

Kurindu gayamu ketika bercanda

Tawa lepas renyah ceria

Kurindu gayamu ketika bermanja

Meluluhkan segenap jiwa

Kurindu bagaimana engkau membujuk

Ketika 'ku merajuk

Kurindu bagaimana engkau mengasihi

Ketika kubersedih 

Sebagai catatan, pada versi Tiktok atau Youtube, pada lirik “Aa ulah eueut wae”, kadang ditukar menjad “aa ulah depo wae”.

Blokir Situs Judi Online

Keberadaan situs-situs judi online sudah lama terendus oleh pemerintah melalui aparaturnya, seperti terungkap dalam acara Dinas Komunikasi dan Informatika kabupaten/kota dan provinsi yang menandatangani komitmen bersama untuk meningkatkan literasi digital masyarakat. 

Ada dua poin dalam deklarasi tersebut. Pertama, pembentukan unit penangkal hoaks di kabupaten/kota layaknya Jabar Saber Hoaks (JSH) milik Pemda Provinsi Jabar. Kedua, turut mencegah praktik judi online yang saat ini begitu masif promosi lewat ruang-ruang chat dan meresahkan masyarakat. 

Komitmen Bersama Peningkatan Literasi Digital di Daerah Melalui Pembentukan Unit Saber Hoaks di Kabupaten dan Kota se-Jawa Barat dilakukan di Hotel Pantai Indah Resort Pangandaran, Kamis (14/7/2022). 

Menurut Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat Ika Mardiah mengatakan, literasi digital pun ditujukan untuk menanggulangi judi online yang saat ini marak. Pemblokiran situs judi online yang dilakukan Kementerian Komunikasi dan Informatika sudah masif tapi promosi judi online terus bermunculan. 

"Pada kasus judi online ini masyarakat harus diedukasi jangan hanya tergiur dengan uangnnya tapi data pribadi mereka akan diambil oleh para penyedia judi online," ujar Ika Mardiah. 

Melalui komitmen bersama tersebut, Ika berharap kecakapan digital masyarakat semakin meningkat. Masyarakat dapat berpikir kritis dan teliti atas informasi yang berdatangan. 

Load More