/
Selasa, 19 Juli 2022 | 09:04 WIB
Nyamuk betina. (ツ/Pixabay.com)

Hal ini dapat menjadi lebih beresiko untuk bayi baru lahir yang memiliki kondisi medis bawaan.

Pencegahan penyakit chikungunya sama halnya seperti pencegahan penyakit DBD, yaitu dengan menerapkan 3M serta meningkatkan imunitas tubuh dengan mengonsumsi vitamin C.

3. Zika

Penyakit ini bergejala demam, sakit kepala, gatal, ruam kulit, nyeri otot dan sendi serta mata merah. Sama halnya dengan DBD, virus zika umumnya ditularkan melalui gigitan nyamuk. 

Namun virus zika penularannya lebih luas sebab dapat ditularkan dari ibu hamil yang terpapar virus zika ke janin dan bisa menyebabkan bayinya menderita mikrosefali.

Pengobatan terhadap pengidap demam zika dapat berupa pemberian cairan untuk mencegah dehidrasi, obat pereda rasa sakit untuk sakit kepala dan demam serta istirahat yang cukup. 

Virus zika dapat dicegah dengan melakukan gaya hidup sehat dan menjaga kebersihan lingkungan.

4. ISPA

Salah satu penyakit yang sering terjadi saat musim peralihan adalah infeksi saluran pernapasan akut atau biasa dikenal sebagai ISPA. 

Baca Juga: Arsenal Siap Cuci Gudang, Bernd Leno hingga Balogun Segera Ditendang

ISPA paling sering disebabkan oleh virus dan ditularkan oleh orang yang terinfeksi melalui batuk atau bersin.

ISPA lebih rentan dialami oleh balita, karena sistem imun tubuhnya belum terbentuk sempurna untuk melawan dan merespons infeksi. 

Selain balita, orang dewasa menjadi rentan terpapar jika imun tubuhnya sedang lemah.

Gejala ISPA yang biasanya timbul adalah sakit tenggorokan, hidung tersumbat, demam, kelelahan, pusing, hingga sesak napas. 

Penyakit ISPA dapat sembuh dengan sendirinya. Pencegahan utama penyakit ISPA adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan.

5. Batuk Pilek

Load More