/
Rabu, 20 Juli 2022 | 10:54 WIB
Ilustrasi logo Toyota (suara.com)

TANTRUM - Empat pabrikan otomotif dan penunjangnya, di antaranya Suzuki, Daihatsu, Toyota dan Commercial Japan Partnership Technologies Corporation (CJPT) mengumumkan kerja sama proyek mobil listrik van mini. Proyek mobil komersial ini rencananya akan mulai dijalankan pada 2023.

Van mini listrik dinilai sangat cocok dioperasikan di wilayah perkotaan dan mampu menjelajah ke lokasi yang sempit.

Penggunaan van mini komersial juga mendorong industri logistik dan diharapkan bisa segera berkontribusi signifikan dalam pencapaian netralitas karbon di masa depan.

Namun, salah satu kendala dalam penggunaan van mini listrik adalah meningkatnya harga mobil terelektrifikasi, biaya terkait infrastruktur pengisian daya, dan waktu pengisian listrik.

Para pabrikan Jepang yang tergabung dalam kerja sama van mini itu berharap produk mereka nantinya bisa memberikan solusi armada logistik untuk masyarakat.

Dalam keterangan Toyota, van mini itu nantinya, pada tahap pertama akan digunakan dalam berbagai proyek di Prefektur Fukushima dan Tokyo.

Skema kerja sama  para pabrikan kendaraan itu meliputi pengembangan sistem battery electric vehicle oleh Suzuki, Daihatsu, dan Toyota. Suzuki dan Daihatsu akan memberikan platform kendaraan mini, sedangkan Toyota memberikan teknologi listrik. Adapun CJPT akan membuat perencanaan bisnis.

Load More