TANTRUM - Indonesia harus serius mengembangkan pendidikan manajemen risiko bencana yang terintegrasi dengan sistem informasi geografis dan penginderaan jauh. Ini penting dilakukan karena segala potensi bencana ada di Indonesia. Bahkan Indonesia menjadi supermarketnya bencana.
Hal itu terungkap dalam Program Studi Ilmu Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Prodi PSL) Sekolah Pascasarjana IPB University yang mengadakan acara Simposium Internasional UN4DRR, yang dikutip dari IPB University, Jumat (22/7/2022).
Ketua University Network for Disaster Risk Reduction (UN4DRR) IPB University, Widiatmaka, seluruh kegiatan UN4DRR IPB University telah dilakukan sejak tahun 2020 dan akan berakhir pada tahun 2023 mendatang.
“Beberapa komponen kelompok kegiatan tersebut antara lain peningkatan kurikulum, peningkatan kapasitas, pengembangan laboratorium dan peralatan serta sosialisasi kepada pemangku kepentingan nasional dan internasional,” ujarnya.
Bagi Indonesia, topik pengurangan risiko bencana sangat penting dan relevan mengingat tingginya potensi bencana di Indonesia. Letak Indonesia yang berada pada pertemuan tiga lempeng tektonik geologi menyebabkan secara geografis Indonesia merupakan wilayah dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi.
“Di Indonesia, merupakan negara supermarket bencana artinya cukup banyak bencana yang ada di Indonesia, mulai dari bencana geologi, bencana hidrometerologi sampai bencana akibat ulah manusia seperti kebakaran hutan dan lahan,” ujar Prof Widiatmaka.
Kegiatan UN4DRR dilakukan secara daring, diikuti oleh 108 peserta dan akan ada 100 peserta presentasi lisan yang berasal dari Indonesia dan luar negeri. UN4DRR sendiri merupakan konsorsium yang terdiri dari 9 universitas dari 7 negara yaitu Vrije Universiteit Brussel (Belgia), Universitat Politecnica de Valencia (Spanyol), Universitas Nicosia (Siprus), Universitas Zagreb (Kroasia), Universitas Nasional Maladewa, Universitas Paradeniya (Sri Lanka), Universitas Colombo (Sri Lanka), IPB University dan Universitas Syiah Kuala.
Acara ini dibuka oleh Rektor IPB University Prof Arif Satria. Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan, “Kita telah banyak belajar bahwa wabah COVID-19 sejak tahun 2020 telah mengubah dunia termasuk kehidupan kita sehari-hari yang dikenal dengan tatanan new normal. Para lmuwan, peneliti, mahasiswa, praktisi, pembuat kebijakan, dan pelaku bisnis telah berhasil beradaptasi dengan kondisi new normal saat ini. Kita harus menjaga kontak dengan sesama dan membuat aktivitas dapat dilakukan melalui berbagai cara antara lain secara daring seperti hari ini,” kata Arif Satria.
Ia menambahkan, acara ini merupakan forum yang sangat baik bagi mereka yang terlibat dalam disiplin ilmu multidisiplin tentang isu-isu dan tren yang muncul dalam manajemen bencara dan ilmu lingkungan.
Baca Juga: Buat Konten Perceraian Jadi Bahan Lelucon, Pasangan Ini Tuai Hujatan
“Pengetahuan tentang pengurangan risiko bencana dan pengelolaan lingkungan jangka panjang harus dimanfaatkan untuk mendidik masyarakat terutama untuk masa depan dalam pengelolaan bencana alam akibat ulah manusia”, katanya.
Rektor menyampaikan harapannya, acara ini dapat menghasilkan perspektif baru untuk memperkuat agenda pembangunan berkelanjutan yang berkaitan dengan lingkungan dan keberlanjutan sebagaimana tertuang dalam 17 Sustainable Development Goals (SDGs).
Berita Terkait
-
Indonesia Masuk Daftar Pengawasan Perdagangan Orang AS
-
Garut Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir dan Tanah Longsor
-
Didominasi Tanah Longsor, BPBD Catat Ada 106 Bencana Terjadi di Kabupaten Sukabumi hingga Juni 2022
-
BPBD Catat ada 21 Titik Bencana Alam di Kota Bogor, Satu Orang Meninggal Dunia
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
Kejutan Kasus BJB! 5 Fakta KPK Buka Peluang Panggil Aura Kasih Terkait Aktivitas Ridwan Kamil
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Tol Padang-Pekanbaru Seksi Sicincin-Bukittinggi Butuh Rp 25,23 Triliun, Target Beroperasi 2031
-
Aditya Hoegeng Ungkap Kisah Eyang Meri: Di Belakang Orang Kuat Ada Orang Hebat
-
Sempat Direkrut, Ini Alasan Persis Lepas Clayton Da Silveira
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Arema FC Lepas Odivan Koerich Usai Evaluasi Paruh Musim Super League
-
Bojan Hodak: Dion Markx Masih Harus Adaptasi Bersama Persib
-
Bojan Hodak Pastikan Persib Tak akan Tambah Lagi Pemain Baru
-
Resmi Berseragam Persija, Mauricio Souza Ungkap Alasan Mauro Zijlstra Jadi Rekrutan Penting