TANTRUM - Kawasan SCBD di Jakarta Selatan tengah jadi tempat hits bagi para remaja untuk nongkrong.
Tidak hanya anak-anak Jakarta, remaja yang datang ke wilayah tersebut justru kebanyakan dari kota penyangga.
Sehingga muncul pelesetan kepanjangan dari SCBD menjadi Sudirman, Citayem, Bogor, dan Depok.
Viralnya aktivitas nongkrong di wilayah Sudirman tersebut tak lepas dari konten yang menunjukan aksi Bonge, Kurma, Jeje, dan Roy yang sering berseliweran di media sosial.
Konten tentang keempatnya kerap kali viral karena cerita hubungan asmara mereka yang menggelitik.
Nampak dari luar mungkin terlihat remaja-remaja itu sekadar bermain, tetapi aktivitas nongkrong tersebut ternyata bisa saja bermanfaat untuk psikologis anak-anak itu.
Jika dikaitkan dengan Hari Anak Nasional 23 Juli 2022 bertema, 'Anak Terlindungi, Negara Maju', kegiatan nongkrong ini sangat relevan.
Psikolog anak dan keluarga Samanta Elsener, M.Psi., menjelaskan bahwa usia remaja memang menjadi fase bagi anak sedang dalam masa pencarian jati diri.
Faktor lingkungan pertemanan bisa jadi sangat mempengaruhi mereka dalam menentukan siapa dirinya.
Baca Juga: Bluetooth Speaker VS50, Ramah di Telinga
"Psikolog Erik Erikson menyebutkan bahwa remaja adalah masa identity vs confusion yang mana juga mengembangkan value kesetiaan. Remaja setia pada pertemanannya dan bagaimana kelompok dalam pertemanannya menggiring suatu tren yang dianggap bagi dirinya sesuatu yang 'cool' alias keren dan menjadi bagian dari society," jelas Samanta diberitakan suara.com, dicuplik Sabtu, 23 Juli 2022.
Samanta menambhakan dengan berkumpul di SCBD, membuat konten-konten viral dan akhirnya menjadi viral, mereka merasa jadi ada di panggung keberhasilan atas kreativitas mereka.
Perasaan berhasil tersebut bisa membuat para remaja itu mengalami peningkatan rasa percaya diri. Sehingga, dampak baiknya pula lebih menghargai diri sendiri atas usaha yang dilakukannya.
"Ternyata hal ini memunculkan motivasi dalam dirinya untuk semakin maju mengembangkan potensi diri melalui berbagai kegiatan kreativitas yang diciptakan," ujar Samanta.
Saat hasil kreativitas mereka menjadi viral dan mendapatkan popularitas, secara normal remaja memang akan menyadari nilai ekonomi yang didapat atas dirinya.
Faktor tersebut, kata Samanta, bisa membuat anak-anak itu semakin yakin dengan kemampuan diri untuk berprestasi dalam pembuatan konten-konten viral juga peragaan busana.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
Terkini
-
PTBA Perkuat Program Pemberdayaan Masyarakat, Bidik Dampak Nyata dan Berkelanjutan
-
Transportasi Umum Palembang Dinilai Mundur, Surat Terbuka untuk Ratu Dewa: Kritik Kami Dibungkam
-
Frustasi! Vinicius Jr Buka Suara Usai Kegagalan Brasil di Piala Dunia 2026
-
Polisi Periksa 15 Saksi Korupsi, Sekuriti Rumah Jampidsus Febrie di Sentul Ikut Dicecar
-
Polda Metro Jaya Pastikan Bakal Periksa Jampidsus Febrie Soal Rumah, Dolar hingga Emas 74 Kg!
-
816 Titik Bazar Daging Murah Sudah Sambangi Permukiman Warga Jakarta
-
Dari Ngopi hingga Belanja, Ini Alasan Transaksi Digital Kian Jadi Andalan Sehari-hari
-
Kejagung Bantah Datangi Polda Metro Jaya Pasca Penggeledahan Cafe de'Clan Signature
-
Geledah 13 Lokasi dan Sita 74 Kg Emas Tapi Belum Ada Tersangka, Polda: Masih Pendalaman Paripurna
-
Kolombia dan Para Seniman Lapangan Hijau