- Polisi meringkus pria berinisial AJ di Koja, Jakarta Utara, atas dugaan pencabulan terhadap dua anak tirinya yang masih di bawah umur.
- Tindakan asusila terungkap setelah korban melapor pada 18 Mei 2026, yang kemudian mengungkap aksi serupa terhadap kakak kandung korban.
- Pelaku kini ditahan di Polres Metro Jakarta Utara untuk menjalani pemeriksaan intensif guna mendalami kemungkinan adanya korban anak tiri lainnya.
Suara.com - Aksi bejat seorang pria paruh baya berinisial AJ berakhir di jeruji besi. Warga Koja, Jakarta Utara ini diringkus polisi setelah diduga melakukan pencabulan terhadap dua anak tirinya secara berulang.
Saat ini, pelaku telah digelandang ke Mapolres Metro Jakarta Utara untuk menjalani pemeriksaan intensif.
“Sudah diamankan di Polres Jakut,” tegas Kepala Satuan PPA-PPO Polres Metro Jakarta Utara, Kompol Ni Luh Sri Arsini, Selasa (26/5/2026).
Kasus memilukan ini terungkap berawal dari peristiwa pada Senin (18/5) lalu.
AJ diduga melakukan tindakan asusila dengan memegang area sensitif anak tirinya yang baru berusia 10 tahun.
Korban yang ketakutan kemudian mengadu kepada kakak kandungnya.
Bak menyayat hati, sang kakak yang juga masih di bawah umur ternyata menyimpan trauma serupa.
Ia mengaku pernah menjadi korban kebiadaban ayah tirinya tersebut pada tahun 2024 silam.
“Bahwa saksi kakak korban nomor empat yang juga masih di bawah umur menyatakan bahwa pernah juga dilakukan hal yang sama oleh ayah tirinya,” ucap Ni Luh.
Baca Juga: Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Tak terima dengan perlakuan pelaku, kasus ini resmi dilaporkan ke Polrestro Jakarta Utara pada Rabu (20/5). Polisi bergerak cepat menciduk AJ di kediamannya.
Berdasarkan pemeriksaan sementara, AJ diketahui memiliki lima orang anak tiri, dan polisi masih mendalami kemungkinan adanya korban lain.
"Mengimbau agar masyarakat yang memiliki informasi tambahan segera melapor," ucap Ni Luh.
Berita Terkait
-
Biadab! Sambil Hujan-hujanan, Pria Mabuk di Tangsel Cabuli Bocah Saat Main Petak Umpet
-
Beraksi 4 Tahun, Siasat Licik Tukang Rujak di Duri Kepa Cabuli Siswi SD: Uang Jajan Jadi Umpan!
-
Kedok Alim Tukang Rujak di Kebon Jeruk Runtuh, Diduga Cabuli Anak Tetangga sejak Balita
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
Terkini
-
Polda Metro Jaya Pastikan Bakal Periksa Jampidsus Febrie Soal Rumah, Dolar hingga Emas 74 Kg!
-
816 Titik Bazar Daging Murah Sudah Sambangi Permukiman Warga Jakarta
-
Kejagung Bantah Datangi Polda Metro Jaya Pasca Penggeledahan Cafe de'Clan Signature
-
Geledah 13 Lokasi dan Sita 74 Kg Emas Tapi Belum Ada Tersangka, Polda: Masih Pendalaman Paripurna
-
Prabowo: Banyak yang Nyusup ke MBG untuk Jadi Maling!
-
Open House Sekolah Rakyat di Lombok Barat, Gus Ipul: Siswa Tunjukkan Banyak Perubahan
-
Drama Putri Mandalika Berbahasa Inggris Meriahkan Open House Sekolah Rakyat Lombok
-
Mendagri Minta Pemda Akselerasi Program BSPS, Target 400 Ribu Rumah
-
Pimpinan Ponpes Tak Ditahan Meski Jadi Tersangka Kasus Santri Terbakar, Polisi Buka Suara
-
Pengakuan Negara Belum Cukup, Hak Penghayat Kepercayaan Masih Jadi PR Pemerintah