TANTRUM - Penduduk Kota Bandung yang aktif menggunakan internet disebut mencapai 2,1 juta jiwa. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung, Yayan A. Brilyana mengatakan, jumlah tersebut dari total 2,5 juta penduduk Bandung.
"Dari total 2,5 juta jiwa penduduk Kota Bandung, 2,1 juta merupakan pengguna internet. Mereka mencari info lewat media sosial (medsos). Kami sedang memperkuat bagaimana agar medsos bisa menjadi rujukan untuk mencari informasi tentang Kota Bandung," jelas Yayan A. Brilyana.
Yayan berbicara di sela-sela Perhumas Indonesia melantik Badan Pengurus Cabang (BPC) Perhumas Kota Bandung periode 2022-2025, Sabtu, 6 Agustus 2022. BPC Perhumas Kota Bandung merupakan gabungan dari Humas perusahaan dan praktisi.
Menanggapi kehumasan, Yayan A. Brilyana mengatakan, dengan sejumlah potensi jasa yang dimiliki Kota Bandung, tentu perlu mengemas citra brand kota dengan baik untuk meningkatkan pariwisata dan ekonominya.
Oleh karena itu, ia menambahkan, salah satu tugas Diskominfo selain meningkatkan teknologi informasi, juga berperan dalam mencitrakan kota kembang ini melalui tim kehumasan.
Tim kehumasan Kota Bandung, paparnya, terbagi menjadi dua yakni Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) dan Humas Kota Bandung.
"Dua bagian ini memegang peran penting dalam branding Kota Bandung. Tanpa adanya kehumasan yang bagus, saya kira ini tidak akan berkembang dengan pesat," imbuhnya.
Ia menuturkan, Humas Kota Bandung sebagian besar ditempati anak-anak muda, sehingga penting untuk mengoptimasi berbagai platform dalam aktivitasnya. Hal ini guna mencari strategi dan cara baru untuk membangun Kota Bandung.
"Untuk para Perhumas Muda, silakan jadikan tempat kami untuk kalian bereksperimen dan bertukar pikiran. Kita lawan berita-berita tidak baik dengan saling share untuk membangun Kota Bandung," tuturnya.
Baca Juga: 8 Perjalanan Spiritual Marcella Simon, Hapus Foto saat Menggunakan Jilbab
Ketua Umum Perhumas Indonesia, Boy Kelana Subroto menyampaikan, membangun Kota Bandung perlu adanya kolaborasi dengan berbagai pihak termasuk Pemerintahan Kota (Pemkot) Bandung.
"Bangun kolaborasi dengan para pemangku kepentingan, termasuk lembaga-lembaga lain yang mengambil kebijakan. Ini upaya menjadikan Perhumas sebagai lembaga yang kompeten," ujar Boy.
Menurutnya, landasan utama agar Perhumas bisa berperan dalam membangkitkan optimisme publik adalah dengan keterlibatan membangun citra dan reputasi masyarakat.
"Ada tiga tren di tahun 2022 yang memengaruhi gerak langkah seluruh humas di dunia. Pertama, reputasi dan brand. Kedua, sustainable program. Ketiga, transparansi informasi," jelasnya.
Ia menambahkan, humas harus memiliki sifat agile, fleksibel, dan adaptable. Maka dari itu, tahun ini ada beberapa program yang akan menjadi fokus Perhumas.
"Kita ada program Bicara Baik dan City Branding. Ini bisa bekerja sama dengan Pemkot Bandung," ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Apakah Sunscreen Wardah Boleh untuk Anak? Ini Batasan Usia dan 3 Rekomendasi Produknya
-
Juknis Tak Jelas dan jadi Saudara Tiri KDMP, KKMP di Jogja Belum Rasakan Dukungan Pemerintah
-
5 Ide OOTD Denim ala Seo In Guk, Pas Banget Buat Gaya Harian!
-
Tepis Isu 2 Desa Lepas ke Malaysia, Tito: RI Justru Untung Wilayah hingga 5.700 Hektare!
-
Isu Diaspora dan Loyalitas Warnai Duel Maroko vs Belanda di 32 Besar Piala Dunia 2026
-
Pasar Modal Indonesia Turun Kasta Jadi Frontier Market? Dirut BEI Beri Bocoran
-
Hakim Tolak Eksepsi Sudewo, Massa Ngamuk Kepung Rantis Brimob Usai Insiden Pemukulan Petugas KPK
-
Logo HUT ke-81 RI Resmi Diluncurkan, Karya Desainer Asal Padang Terpilih Lewat Voting Publik
-
Cinta yang Dipaksa Berujung Petaka, Ini Pelajaran Pahit dari Film Obsession
-
Mensesneg, DEN dan BI Terima Kasih ke Dasco: Kami seperti Tim Sepak Bola