TANTRUM - Rusia menyalahkan Israel atas serangan militer tiga hari terakhir terhadap warga Palestina di Jalur Gaza.
Penilaian tegas itu diungkapkan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Rusia di Moskow.
"Eskalasi baru disebabkan oleh tembakan tentara Israel ke Jalur Gaza pada 5 Agustus," ungkap juru bicara Kemlu Rusia Maria Zakharova.
Dia menunjukkan faksi-faksi Palestina menanggapi eskalasi ini dengan menembakkan roket tanpa pandang bulu ke wilayah Israel.
"Kami mengamati dengan sangat khawatir bagaimana peristiwa berkembang," tambah Zakharova.
Dia menjelaskan, "Dimulainya kembali konfrontasi militer skala penuh (akan melihat) situasi kemanusiaan yang sudah menyedihkan di Gaza semakin memburuk," lanjut dia dicuplik dari Sindo News, Rabu, 10 Agustus 2022.
Pejabat itu menegaskan kembali, "Posisi Rusia yang berprinsip dan konsisten, tercermin dalam resolusi yang relevan dari Majelis Umum PBB dan Dewan Keamanan, dalam mendukung penyelesaian komprehensif dan jangka panjang dari konflik Palestina-Israel sesuai dengan prinsip dua negara.”
“Adalah mungkin untuk mengakhiri siklus kekerasan hanya dalam kerangka proses negosiasi, yang hasilnya harus merupakan realisasi hak nasional yang sah dari rakyat Palestina untuk mendirikan negara merdeka dalam perbatasan 1967,” papar dia.
Pernyataan Zakharova datang pada saat hubungan antara Israel dan Rusia tegang seiring perang di Ukraina.
Baca Juga: 4 Cara Mengatasi Sensasi Terbakar Akibat Makan Makanan Pedas
Sementara itu, Duta Besar (Dubes) Ukraina untuk Israel, Yevgeny Kornichuk, menyatakan solidaritasnya dengan negara penjajah Zionis.
"Sebagai seorang Ukraina yang negaranya diserang secara brutal oleh tetangganya, saya merasa simpati yang besar kepada publik Israel. Serangan terhadap anak-anak dan perempuan adalah hal yang keji. Teror dan serangan jahat terhadap warga sipil adalah kenyataan sehari-hari orang Israel dan Ukraina dan ancaman mengerikan ini harus segera dihentikan," papar Kornichuk.
Kornichuk membuat komentarnya sebelum gencatan senjata yang ditengahi Mesir antara Gaza dan Israel mulai berlaku.
Meskipun negara penjajah Israel menyatakan mereka menargetkan gerakan Jihad Islam Palestina, Kementerian Kesehatan Palestina telah mengkonfirmasi 44 warga sipil tewas akibat serangan Israel, termasuk 15 anak-anak dan empat wanita.
Sebanyak 360 warga sipil Palestina lainnya terluka akibat serangan brutal Israel. Selain itu, ribuan rumah dan bangunan tempat tinggal warga sipil hancur total atau rusak sebagian.
Berita Terkait
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
-
Negara Tetangga RI Mulai Alami Krisis BBM
Terkini
-
Mudik Ceria Saloka 2026: Spektakuler Baru Klinthing Show & Kuliner Legendaris Sambut Lebaran!
-
One Way Arus Balik Lebaran Jalur Pantura sampai Tanggal Berapa?
-
Perlahan Pulih dari Bencana, Lebaran Dimeriahkan Balap Robin di Subulussalam Aceh
-
Dahulu Direndahkan, Calvin Verdonk di Ligue 1 Kini Dipuji Habis-habisan
-
Diskon Tarif 30% Mulai Berlaku Besok untuk 9 Ruas Tol, Ini Daftarnya
-
Sinopsis They Will Kill You: Terjebak Ritual Sekte di Gedung Pencakar Langit
-
Menakar Posisi Tawar Iran: Benarkah Makin Kuat Usai Digempur AS dan Israel?
-
7 Mobil 5 Seater yang Mungil tapi Mesinnya Awet untuk Jangka Panjang
-
RI Jepang Kerja Sama Energi, Pengamat: Indonesia Tak Lagi Sekadar Pemasok
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen