TANTRUM - Aktris Anne Heche dikabarkan mengalami kecelakaan parah saat mengendarai mobil pada Jumat (5/8/2022) lalu, di kawasan Mar Vista, Los Angeles, California, Amerika Serikat.
Kecelakaan terjadi ketika mini cooper biru yang dikendarai sang aktris, menabrak sebuah rumah hingga menyebabkan kebakaran dan dirinya mengalami luka bakar.
Akibat kejadian tersebut, Anne harus menjalani rawat inap di rumah sakit. Ia mengalami koma hingga akhirnya dinyatakan mati otak pada Jumat (12/8/2022) waktu setempat, diberitakan Deadline, dicuplik dari Your Say, Senin, 15 Agustus 2022.
Meski jantungnya masih berdetak dan mesin penunjang hidup belum dicabut, namun pihak keluarga menyatakan bahwa Anne sudah meninggal. Sesuai dengan hukum yang berlaku di California, AS.
Terkait kondisi yang dialami oleh Anne Heche, pastinya banyak yang bertanya-tanya mengenai apa itu mati otak.
Dikutip dari Verywellhealth, orang yang mengalami kematian pada otak, jantungnya cenderung masih berdetak.
Kemudian dada sang pasien akan naik turun saat bernapas dengan bantuan ventilator. Kulit sang pasien mungkin akan terasa hangat jika disentuh.
Sesorang yang mengalami mati otak akan terlihat seperti orang yang sedang tertidur pada umumnya.
Kondisi ini terjadi lantaran kerusakan pada bagian otak yang tersembunyi, bukan pada bagian tubuh yang bisa terlihat.
Baca Juga: KSAD Jenderal Dudung Buka Jambore Nasional Tahun 2022 di Cibubur
Ada beberapa hal yang bisa menjadi penyebab mati otak, antara lain stroke, serangan jantung dan cedera kepala.
Selain itu, juga bisa disebabkan oleh kondisi, seperti infeksi pada otak, tumor otak dan herniasi otak.
Seseorang akan dianggap mengalami mati otak saat tidak lagi memiliki aktivitas saraf di otak atau batang otak. Artinya ketika tidak ada impuls listrik yang dikirimkan di antara sel-sel otak.
Selain itu, ketika seseorang mengalami koma yang tidak bisa disadarkan kembali, tidak ditemukan refleks otak di tubuhnya, serta tidak bernapas.
Setelah mengalami mati otak, sistem listrik instrinsik jantung masih dapat menjaga organ agar tetap berfungsi untuk beberapa waktu.
"Namun tanpa ventilator untuk menjaga darah dan oksigen beredar, fungsi ini akan berhenti dengan sangat cepat, biasanya dalam waktu kurang dari satu jam," kata Diana Greene-Chandos, asisten profesor bedah saraf dan neurologi di Ohio State University Wexner Medical Center.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Jun Shison Perankan Slur, Antagonis Ikonik di Live Action Sakamoto Days
-
Wangi Manis yang Bikin Candu! 5 Rekomendasi Parfum Aroma Cokelat Paling Awet
-
Ketika Hidup Terasa Mustahil: Pelajaran Bertahan dari Reasons to Stay Alive
-
LG Lebaran Sehat Hadir di Pasirlangu, Bangkitkan Harapan Warga Pascabencana
-
Jadwal MotoGP Prancis 2026: Ducati Masih Berupaya, Aprilia dalam Bahaya
-
Tragedi Bekasi Timur Jadi Alarm Keras, Rieke Desak Perpres Tata Kelola Kereta Api Segera Terbit
-
5 HP Xiaomi Memori 128 GB Termurah Mei 2026, Harga Mulai Rp600 Ribuan
-
Jejak Intelijen dan Napas Pancasila: Belajar Keteguhan dari Seorang Asad Said Ali
-
Bos BI Perry Warjiyo Beberkan Strategi Perkuat Stabilitas Rupiah
-
Gubernur Pramono Anung Lepas 561 Alumni SMK Jakarta Bekerja ke Jerman hingga Jepang