TANTRUM - Anak yang pemberani diasumsikan sebagai anak yang mau tidur sendiri dalam keadaan lampu dimatikan, atau anak yang bersedia maju ke depan kelas dan menampilkan kemampuannya.
Ada pula yang beranggapan pada anak yang tidak malu-malu berkenalan dengan orang asing. Itu merupakan pemikiran umum masyarakat.
Co - Founder Children Cafe Nuri Indira Dewi, yang merupakan psikolog anak, sebenarnya perilaku tersebut dalam bidang komunikasi dan psikologi disebut asertifitas.
Nuri menjelaskan asertif adalah perilaku untuk menunjukkan atau menyampaikan perasaan atau pemikiran dengan jujur, tanpa menyinggung perasaan dan hak orang lain.
"Nah, mengapa kemampuan untuk berperilaku asertif sebaiknya dikembangkan pada anak-anak ? Paling tidak ada tiga alasannya," kata Nuri kepada Tatrum, ditulis Selasa, 23 Agustus 2022.
Nuri mengatakan perilaku asertif adalah bagian dari keterampilan sosial. Orang yang asertif jelas Nuri, merasa nyaman saat mengungkapkan kebutuhannya dan membuat orang lain tetap merasa nyaman.
Dengan sendirinya tutur Nuri, mereka menjadi individu yang dapat dipercaya dan dapat diandalkan karena jujur, terbuka dan selaras antara pikiran dan ucapan. Orang-orang yang asertif juga pada umumnya memiliki kecerdasan emosional yang baik.
"Perilaku asertif melindungi hak-hak individual tanpa mengganggu hak orang lain. Banyak contohnya, misalnya berani bilang tidak pada kasus pelecehan atau kekerasan atau bullying pada anak," ujar Nuri.
Nuri menambahkan di lain pihak, anak juga mampu menunjukkan diri, pendapat, dan pemikirannya sebagai individu yang unik atau spesial tanpa menghina, mengancam atau merendahkan orang lain.
Baca Juga: Profesor Tersangka Pelecehan Seksual Tidak Hadiri Panggilan Penyidik Polresta Kendari
Contohnya kata dia, saat anak mengatakan lebih menyukai suatu mainan tertentu di sekolah tanpa mengatakan mainan temannya jelek.
Perilaku asertif sejak dini sebut Nuri, dapat membuat anak tumbuh menjadi orang dewasa yang lebih percaya diri, memiliki konsep diri, self-esteem dan hubungan sosial yang berkembang baik. Pada orang dewasa saja, perilaku asertif tidak mudah dilakukan.
"Ada banyak pertimbangan saat kita ingin mengungkapkan pendapat atau keinginan kita, sehingga terkadang kita memilih untuk diam dan menerima. Sebaliknya, ada pula sebagian dari kita yang cenderung agresif saat menyampaikan sesuatu," jelas Nuri.
Agar didengar dan dipatuhi, biasanya orang dewasa acapkali menggunakan kata-kata yang mengancam, merendahkan atau memaksa.
Jelas bahwa berperilaku non-asertif atau agresif bukan pilihan terbaik saat berkomunikasi dengan orang lain, karena masih ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menumbuhkan contoh kemampuan berperilaku asertif pada anak.
Lalu bagaimana dengan anak yang tidak ragu mengungkapkan pikiran dan gagasannya, apakah itu termasuk jenis keberanian ? Hal tersebut dapat dicontohkan dalam kehidupan sehari-hari oleh orang tua atau orang dewasa disekelilingnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
-
9 Fakta Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Gerbong Wanita Jadi Titik Terparah
-
Cerita Pasutri Selamat dari Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi: Terpental hingga Pingsan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
Terkini
-
Tragedi Kecelakaan di Bekasi Timur, Kenapa Kereta Tidak Bisa Berhenti Mendadak?
-
5 Sabun Cair yang Wanginya Mirip Parfum, Bikin Badan Harum Seharian
-
Basarnas Ungkap Alasan Lokomotif KA Argo Bromo Tak Langsung Dievakuasi: Ada Nyawa yang Terjepit
-
Buntut Kekerasan di Daycare Jogja, Komisi X DPR Segera Panggil Mendikdasmen untuk Evaluasi Total
-
Viral Kekerasan Debt Collector di Pekanbaru: Premanisme Berbalut Legalitas
-
KA Argo Bromo Anggrek Secepat Apa? Tabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur
-
Haru dan Cemas, Warga Padati Pos Pengaduan Cari Kabar Korban Tabrakan KRL
-
Daftar Kecelakaan Taksi Green SM, Terobos Palang Perlintasan KRL hingga Tabrak Tukang Nasi Goreng
-
John Herdman Tegaskan Skuad Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026 Belum Final
-
Kilas Balik Tragedi Bintaro, Viral usai Kecelakaan Kereta di Bekasi