TANTRUM - Turnamen Golf Piala Gubernur Riau menuai kontroversi. Sebabnya, ajang ini diwarnai aksi biduan goyang erotis di atas meja dan dikelilingi pria yang melakukan saweran.
Lembaga Adat Melayu atau LAM Riau pun memanggil Persatuan Golf Indonesia (PGI) Riau sebagai buntut viralnya video biduan joget erotis di acara penutupan turnamen tersebut.
Diketahui, beredar video biduan menari di atas meja, dengan joget erotis dan menerima uang ratusan ribu dari peserta turnamen Golf Piala Gubernur Riau, di Padang Golf Labersa, Kampar, Minggu (21/82022).
Selain video itu, ada juga rekaman lain yang menampilkan wanita bernyanyi di atas panggung dan dipeluk oleh seorang laki-laki dari belakang sambil memegang uang ratusan ribu, dan menyebarkannya di panggung hiburan.
PGI Riau akhirnya mengaku salah dengan adanya aksi biduan goyang erotis. Persatuan Golf ini menyatakan siap menerima saksi adat sepatutnya dari Lembaga Adat Melayu Riau.
Hal tersebut diungapkan Ketua PGI Riau Khairul Istiqmal kepada pengurus LAM Riau dan LAM Riau Kampar, di Balai Adat LAM pada Selasa (23/8/2022), dikutip dari SuaraRiau.id.
Khairul mengklaim, joget erotis adalah sesuatu yang tidak dirancang pihaknya, terjadi secara spontan. Penarinya datang dari luar.
"Tapi bagaimanapun, kami salah, teledor," ujar Ketua Panitia Turnamen Golf Gubernur Riau Cup XXX, Kelmi Amri.
Baik Khairul maupun Kelmi mengatakan, sejak awal beredarnya video itu Minggu (20/8/2022) lalu, pihaknya sudah merasa salah.
Baca Juga: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Gelar Festival Pesona Barat Selatan
Oleh karena itu, tanpa ada yang meminta, pihaknya Senin pagi, langsung membuat jumpa pers dan bersurat kepada Gubernur Riau untuk minta maaf. Surat itu antara lain ditembuskan juga kepada LAM Riau.
Seiringan dengan hal itu, pihak PGI menepis keterlibatan berbagai kalangan lain dalam peristiwa tersebut, apalagi menyangkut person pejabat.
"Ini murni acara PGI, sehingga pada tempatnya kesalahan akibat keteledoran itu ditumpahkan kepada PGI. Tak ada Pak Gubernur Syamsuar di situ, " ujar Khairul.
Khairul mengatakan pihaknya telah menghubungi berbagai kalangan untuk mengklarikasi soal ini. Bukan saja kepada Gubernur Riau, penjelasan juga diberikan kepada kepolisian.
Ketum MKA LAM Riau Datuk Seri Marjohan mengatakan pihaknya berterima kasih atas keterangan PGI yang memang diminta LAM Riau tersebut.
Menurutnya, PGI sudah menunjukkan niat baik dan akan kami membicarakan dengan Datuk-datuk di LAM Riau serta membahas tindak lanjutnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
Terkini
-
PDIP Remehkan Safari Politik Jokowi: Jadi Presiden Saja Tak Bisa Loloskan PSI, Apalagi Sekarang
-
Menjelang Magrib 2: Kala Medis Berhadapan dengan Ritual Keji di Desa Terpencil, Malam Ini di ANTV
-
Khusyuknya Prosesi Tiga Langkah Namaskara Sambut Waisak 2570 BE
-
Daftar Klub Inggris Paling Sukses di Eropa: Liverpool Masih Juara, Arsenal Coba Cetak Sejarah
-
Produktif di 2026, Etenia Croft Kembali Hadirkan Lagu Kau Selalu Ada
-
Film 'Jongot' Angkat Kearifan Suku Musi dalam Menjaga Hutan dan Alam
-
PBB Dikabarkan Masukkan Israel ke Daftar Hitam Kekerasan Seksual di Zona Konflik
-
Libur Panjang Idul Adha, Warga Serbu Tebet Eco Park
-
Tragedi Kresek Hitam: Sengkarut Sampah Plastik Pasca-Iduladha yang Tak Kunjung Usai
-
Supernova dan Revolusi Sastra Populer Indonesia Awal 2000-an