/
Rabu, 24 Agustus 2022 | 05:58 WIB
Ilustrasi gempa bumi (pixabay)

Masyarakat tidak terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami. Bagi penduduk yang rumahnya mengalami kerusakan agar mengungsi ke tempat aman. 

"Bangunan di Kabupaten Kaur harus dibangun menggunakan konstruksi bangunan tahan gempa bumi guna menghindari dari risiko kerusakan. Selain itu juga harus dilengkapi dengan jalur dan tempat evakuasi," tukas Eko.

Eko menambahkan, karena daerah pantai Kabupaten Kaur tergolong rawan tsunami, maka harus ditingkatkan upaya mitigasi tsunami melalui mitigasi struktural dan mitigasi non struktural.

Kejadian gempa bumi ini diperkirakan berpotensi mengakibatkan terjadinya bahaya ikutan (collateral hazard)  berupa retakan tanah, penurunan tanah, gerakan tanah dan likuefaksi. Bahaya ikutan tersebut diperkirakan dalam dimensi kecil.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bengkulu menyebutkan gempa yang berkekuatan 6,5 magnitudo yang berpusat di Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu tidak berpotensi tsunami.

Analis Gempa Bumi BMKG Kepahiang Sabar Ardiansyah mengatakan bahwa pusat gempa terjadi di dalam perairan laut dengan kedalaman 12 kilometer di perairan Kabupaten Kaur.

"Memang benar terjadi gempa sekitar 21.31 WIB berada di dalam laut yang jaraknya berada di perairan Kabupaten Kaur," kata Sabar dicuplik dari Merdeka.com, Selasa (23/8).

Load More