TANTRUM - Baru-baru ini terungkap bahwa Miniso bukanlah merek yang berasal dari Jepang.
Peritel diskon yang telah mengambil alih dunia hingga memiliki 5.100 toko yang tersebar dari Korea Utara hingga Broadway Avenue di New York itu kemudian meminta maaf karena sudah mengklaim dirinya sebagai mereka Jepang.
Dalam sebuah pernyataan di platform media sosial China Weibo, Miniso mengatakan sangat malu karena telah mempromosikan dirinya sebagai merek desainer Jepang pada tahap awal pengembangannya.
Perusahaan yang berbasis di Kota Guangdong di China selatan itu mengatakan telah mulai penghapusan sejak 2019 dan akan menghapus elemen apa pun yang membuat referensi ke Jepang dari materi pemasaran dan etalasenya pada Maret tahun depan.
Manajemennya berjanji untuk meminta pertanggungjawaban staf senior atas kesalahan fatal itu. Miniso juga berjanji untuk mengekspor budaya dan nilai-nilai Tiongkok dengan benar.
Pernyataan itu muncul setelah perusahaan tersebut menyebabkan reaksi domestik awal bulan ini karena Miniso Spanyol secara keliru menggambarkan Putri Disney yang mengenakan cheongsam China dalam koleksi mainan baru-baru ini sebagai geisha Jepang
Perusahaan China itu kemudian juga mengeluarkan permintaan maaf dan menuntut agennya di Spanyol untuk menghentikan agensi yang menjalankan akun media sosialnya.
"Kami mengagumi peradaban sejarah yang panjang dan pencapaian budaya China yang luar biasa,” tulis Miniso Spanyol dalam sebuah unggahan Instagram, dikutip dari Vice World News, dicuplik dari VIVA, Minggu, 28 Agustus 2022.
Meskipun Miniso membuka toko pertamanya di Guangzhou pada tahun 2013 dan sebagian besar produknya diproduksi di China.
Baca Juga: Peternak Sambut Baik Percepatan Vaksinasi PMK
Perusahaan tersebut berulang kali menegaskan bahwa labelnya adalah merek Jepang dalam beberapa tahun pertama beroperasi.
Mereka juga menyebut kehadiran desainer Jepang Miyake Junya sebagai salah satu pendiri Miniso.
"Lucu bagaimana kemitraan strategis dan kinerja tinggi Miniso di China telah membayangi bisnis di Jepang,” kata Junya pada tahun 2016 ketika perusahaan mengoperasikan lebih dari 1.000 outlet di China, tetapi hanya empat di Jepang.
Toko dan merek Miniso belakangan ini cukup populer. Toko ini menjual berbagai jenis peralatan rumah tangga, aksesoris, peralatan dapur, hingga produk kecantikan.
Dengan logo yang diselipkan huruf katakana Jepang yang diucapkan sebagai 'Meisou' sehingga banyak yang mengira bahwa produk ini adalah buatan Jepang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Shin Tae-yong Resmi Dihukum 10 Tahun, Bagaimana Nasibnya di Persija Jakarta?
- 4 Zodiak yang Diprediksi Hidup Lebih Tenang dan Damai di Akhir Juli 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Cak Imin Ajak Semua Parpol Revisi 108 UU demi Wujudkan Prabowonomics
-
10 Cara Menggunakan AC Inverter agar Listrik Tetap Hemat
-
BRI Peduli dan Petani Lokal di Karawang Bersinergi Tanam 24.000 Mangrove
-
Pulihkan Pesisir, BRI Peduli Tanam 24.000 Mangrove di Karawang
-
BRI Peduli Libatkan Petani Lokal Hijaukan Pesisir dengan 24.000 Mangrove
-
HIV AIDS di Sidoarjo Viral Usai Ribuan Kasus Pasien Anak Remaja, Kemenkes Buka Suara
-
Rumah Nomor 17 yang Tidak Pernah Ada
-
3 Serum LABORE untuk Kulit Sensitif Sesuai Review, Ampuh Atasi Jerawat dan Noda Hitam
-
Hari Mangrove Sedunia, BRI Peduli Percepat Pemulihan Ekosistem Pesisir
-
Jangan Main Hakim Sendiri, Yusril Ingatkan Bahaya di Balik Sayembara Begal Dedi Mulyadi