TANTRUM - Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bandung mengumumkan kasus HIV-AIDS semakin meningkat dan dominasi oleh usia produktif di Bandung.
Sepanjang tahun 1991 - Desember 2021 tercatat ada sebanyak 12.350 pengidap HIV-AIDS yang melakukan pelayanan kesehatan di Kota Bandung.
Dengan rincian sebanyak 5.943 di antaranya merupakan warga Kota Bandung yang memiliki umur 20-29 tahun.
"Kasus positif HIV-AIDS kategori mahasiswa mencapai 6,97 persen atau 414 kasus. Dimana 664 di antaranya adalah Ibu Rumah Tangga (IRT)," ujar Ketua KPA Kota Bandung Sis Silvia Dewi, ditulis Sabtu, 3 September 2022.
Pemicu tertinggi yaitu dari hubungan heteroseksual atau perilaku seksual berisiko hampir 40 persen. Berdasarkan pantauan KPA Kota Bandung menyebutkan paparan perilaku seksual berisiko terus mengalami peningkatan.
Tren ini berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya sebut Silvia, paparan tertinggi HIV-AIDS yaitu akibat menggunakan alat atau jarum suntik yang tidak steril.
“Banyak pengidap HIV-AIDS akibat penggunaan tidak steril jarum suntik. Jumlahnya hampir 40 persen, tetapi sekarang menurun 30, 9 persen,” kata Silvia.
Silvia menjelaskan hampir dipastikan seluruh warga Kota Bandung melakukan hubungan heteroseksual atau perilaku seksual namun berisiko terpapar HIV-AIDS.
Adanya hal itu, sangat mudah sekali warga Kota Bandung berpeluang terpapar HIV-AIDS.
Baca Juga: Mitsubishi Siapkan Outlander Sampai Eclipse Cross dengan Kosmetik Ralliart
"Pemeriksaan HIV penting agar tidak menular ke orang lain, apalagi ke pasangan hidup. Dengan memeriksakan diri, maka paparan HIV akan berhenti di pengidap saja," kata Silvia.
Angka paparan melalui hubungan heteroseksual tersebut tiap tahun mengalami kenaikan. Pasalnya masih banyak warga yang kurang menyadari pentingnya datang ke fasilitas kesehatan untuk memeriksa HIV.
Silvia menerangkan tidak adanya gejala awal yang dirasakan oleh pengidap HIV menjadi faktor lain pengidap beresiko menularkan kembali kepada orang lain atau bahkan pasangannya.
“Yang jadi sedih itu kan HIV-AIDS itu kan terutama HIV-nya enggak ada gejala tuh, jadi banyaknya orang yang kena HIV tidak tahu kalau dia kena HIV. Akhirnya orang yang tertular ga sadar kalau ada ibu rumah tangga tertular lalu hamil akhirnya punya anak yang positif," ungkap Silvia.
Agar tidak terus meluas paparan penyakit infeksi menular khusus ini, KPA Kota Bandung tengah berupaya mengedukasi warga dengan adanya kampanye 3 Zero.
Kampanye 3 Zero itu adalah pada tahun 2030 tidak ada kasus baru HIV-AIDS, tidak ada pengidap yang meninggal dan tidak ada lagi stigma negatif atau diskriminasi terhadap pengidap.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
Terkini
-
Wapres AS Kena Troll Kedubes Iran: Gagal Pimpin Negosiasi dan Disorot Usai Orban Kalah Pemilu
-
Kasukabe Dancers Super Hot! Film Shin-chan Ini Bakal Bikin Kamu Ngakak Seharian!
-
Warga Iran Lega Gencatan Senjata, Tapi PHK Sudah di Mana-mana dan Hidup 'Ngap-ngapan'
-
7 Sunscreen untuk Pria Terbaik Anti Whitecast, Wajah Natural Tanpa Belang
-
Polda Riau Sebut Perselisihan Emak-emak Picu Ricuh Sarang Narkoba di Panipahan
-
Unggah Foto Bak Yesus, Trump Serang Paus Leo XIV: Dasar Pemimpin Lemah!
-
Pertegas Stabilitas Kawasan, AFMGM Ke-13 Sepakati Langkah Strategis Ekonomi ASEAN
-
Klasemen Liga Inggris usai Manchester City Lumat Chelsea, Arsenal Tertekan!
-
Kekhawatiran Gula Anak Meningkat, Roti Berbasis Kini Stevia Jadi Pilihan Masyarakat
-
Siap Gulingkan Dominasi CB150X? Intip Kehebatan Suzuki V-Strom160!