- Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono mendukung Kodam Jaya membantu Polri memburu pelaku begal di Jakarta.
- Pelibatan TNI dalam menangani kriminalitas sipil harus dilakukan secara proporsional, terukur, dan sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku.
- Koalisi Masyarakat Sipil mengkritik rencana tersebut karena dianggap menyimpang dari fungsi utama TNI dan berpotensi memicu militerisme.
Suara.com - Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, memberikan tanggapan terkait langkah Kodam Jaya yang mengerahkan personel TNI untuk mendukung Polri dalam memburu pelaku begal yang kian marak di ibu kota dan sekitarnya.
Dave menegaskan, bahwa keamanan dan rasa aman bagi warga adalah hal yang mutlak dan tidak bisa ditawar.
“Kami memahami keresahan masyarakat atas maraknya aksi begal di Jakarta maupun di sejumlah daerah lain. Keamanan dan rasa aman masyarakat adalah hal yang tidak bisa ditawar,” ujar Dave kepada wartawan, Kamis (28/5/2026).
Menurut Dave, negara memiliki kewajiban fundamental untuk memastikan setiap warga negara dapat menjalankan aktivitasnya dengan tenang tanpa dibayangi rasa takut terhadap tindak kejahatan jalanan.
Meski mendukung upaya pengamanan, politisi Partai Golkar ini mengingatkan agar pelibatan TNI dalam ranah keamanan masyarakat tetap dilakukan secara proporsional.
Ia menekankan pentingnya merujuk pada peraturan perundang-undangan yang berlaku, mengingat adanya perbedaan fungsi pokok antara kedua institusi tersebut.
"TNI pada prinsipnya memiliki tugas utama di bidang pertahanan negara, sementara penegakan keamanan dan ketertiban masyarakat berada dalam ranah kepolisian. Karena itu, penanganan tindak kriminal seperti begal pada dasarnya merupakan kewenangan aparat kepolisian,” jelasnya.
Kendati begitu, Dave menilai kolaborasi antar-institusi dimungkinkan jika situasi di lapangan memerlukan dukungan tambahan.
TNI, menurutnya, dapat dilibatkan melalui mekanisme perbantuan kepada Polri guna menjaga stabilitas keamanan.
Baca Juga: TNI Ikut Buru Begal di Jakarta, PMJ Tegaskan Penanganan Hukum Tetap di Polisi
“Pelibatan tersebut tentu harus terukur, memiliki dasar hukum yang jelas, dilakukan sesuai kebutuhan di lapangan, dan tetap mengedepankan koordinasi yang baik antarinstitusi,” tambahnya.
Lebih lanjut, Dave menekankan bahwa yang paling dibutuhkan masyarakat saat ini adalah kehadiran negara yang nyata di ruang publik.
Ia meminta aparat untuk tidak ragu bertindak tegas terhadap para pelaku kejahatan jalanan yang telah mengusik ketenangan warga.
"Aparat harus mampu memberikan rasa aman, menindak tegas pelaku kejahatan jalanan, dan memastikan ruang publik tetap aman bagi masyarakat,” tegasnya.
Dave memastikan bahwa Komisi I DPR RI mendukung penuh setiap upaya penguatan koordinasi antarlembaga negara dalam menjaga ketertiban umum.
Ia berharap sinergi antara TNI dan Polri tetap berjalan di dalam koridor hukum dan kewenangan masing-masing institusi demi menjaga keamanan nasional.
Berita Terkait
-
Bukan Mistis! DPR Bongkar Dampak Ngeri Hoaks Pocong Begal terhadap Ekonomi Warga
-
TNI Ikut Buru Begal di Jakarta, PMJ Tegaskan Penanganan Hukum Tetap di Polisi
-
Heboh Begal Pocong, Sosiolog UGM Ingatkan Publik Jaga Nalar: Ini Cipta Kondisi Ala Orba
-
Negara Tak Boleh Jadi Algojo, Mengapa Menteri Pigai Larang Polisi Tembak Mati Begundal?
-
Waspada Lewat S. Parman! Begal Modus Polisi Gadungan Gentayangan, Tuduh Korban Bawa Narkoba
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
Terkini
-
Bukan Pesantren! Padepokan Padhang Ati Pekalongan Ternyata Bodong, Pimpinannya Cabuli Banyak Wanita
-
Gus Lilur: MBG Pasti Meroket Jika Tanpa Copet
-
Geger Sekeluarga Tewas di Tenda Kamping Temanggung, UGM Konfirmasi Satu Korban Mahasiswanya
-
Aseng Tak Mungkin Main Sendiri, Eks Pimpinan KPK Minta Jaksa Kejar Pejabat Pemberi Izin
-
Aksi Kamisan ke-909 Soroti Penghilangan Paksa dan Tahanan Demonstrasi 2025
-
Saling Balas Serangan! Iran Targetkan Pangkalan Militer AS Setelah Washington Gempur Bandar Abbas
-
8 Fakta Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Pekalongan, Korban Disebut Mencapai Puluhan
-
Terkuak! Sebelum Tewas Dihantam Selebgram Woodyrman, WN Brunei Sempat Kirim VN Tantangan Berkelahi
-
Satu Keluarga Asal Ambarawa Ditemukan Tewas di Tempat Wisata Temanggung, Ini Kronologinya
-
Dugaan Riset Palsu WNI di Denmark Ikut Jadi Perbincangan di Australia