/
Rabu, 07 September 2022 | 14:44 WIB
Ilustrasi gambar nyamuk Aedes Aegypti (pixabay)

Total kasus penyakit demam berdarah (DBD) di Jawa Barat (Jabar) tahun 2022 periode Januari-Juli berjumlah 24.192 dengan 224 diantaranya berakibat kematian.

Sedangkan daerah yang tertinggi memiliki kasus DBD 2022 adalah Kota Bandung dengan 3.936 kasus, Kabupaten Bandung 2.777 kasus, Kota Bekasi 1.910 kasus, Kabupaten Sumedang 1.425 kasus.

Namun daerah yang memiliki angka kematian tertinggi DBD 2022 yaitu Kabupaten Bandung dengan 37 kematian, Kota Tasikmalaya dengan 22 kematian, Kabupaten Sumedang dan Kota Sukabumi dengan 13 kematian.

"Sampai saat ini kasus di tahun 2022 sudah 24 ribu kasus periode Januari-Juli. Sedangkan di 2021 dalam periode Januari -Desember 23 ribu kasus," ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Jawa Barat, dr. Ryan Bayusantika, dicuplik dari laman resminya, Rabu, 7 September 2022.

Ryan mengatakan otoritasnya terus berupaya mencegah penyakit demam berdarah (DBD) dengan menggerakan masyarakat untuk melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan menguras, menutup, dan mengubur (3M) plus melalui G1R1J (Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik). 

Selain itu upaya larvasidasi dan juga deteksi dini DBD dengan tes diagnosa cepat (RDT) DBD di fasilitas serta pelayanan kesehatan (fasyankes).

Tetapi yang utama adalah masyarakat harus mencegah penyebaran DBD agar penyakit agibat nyamuk betina ini tidak meluas.

Caranya sebut Ryan, harus menjadi juru pemantau jentik di wilayah tempat tinggal masing-masing.

"Gerakan juru pemantau jentik tidak hanya dirumah tapi juga tempat umum, sekolah, perkantoran dll. Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa sehingga yang perlu diberantas secara rutin seminggu sekali adalah jentik nyamuk aedes aegepti," kata Ryan.

Baca Juga: Santri Gontor Meninggal Diduga Dianiaya, Ini Instruksi Wapres Ma'ruf Amin

Ryan menuturkan ada beberapa tips pencegahan dan pengendalian DBD yang terdiri dari pengendalian fisik yang merupakan pilihan utama pengendalian vektor DBD melalui kegiatan PSN.

PSN 3M akan memberikan hasil yang baik apabila dilakukan secara luas dan serentak, terus menerus dan tidak putus. 

Kegiatan itu sebaiknya dilakukan sekurang-kurangnya seminggu sekali sehingga terjadi pemutusan rantai pertumbuhan nyamuk pra dewasa tidak menjadi dewasa.

"Pelaksanaan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J) dengan melibatkan segenap anggota keluarga untuk berperan sebagai Juru Pemantau Jentik (Jumantik) di rumah masing-masing," ucap Ryan.

Msyarakat juga diimbau tidak lupa tetap melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN 3 M Plus) dengan kegiatan Menguras , Menutup, Mendaur Ulang (3M), Plus menghindari gigitan nyamuk di lingkungan rumah, perkantoran, tempat kerja, sekolah, dan tempat-tempat umum (TTU).

Cara PSN 3M:

Load More