/
Kamis, 22 September 2022 | 10:41 WIB
Membersihkan debu dengan vacuum cleaner. (Steve Buissinne from Pixabay)

2. Dekongestan

Dekongestan bekerja dengan mengecilkan pembuluh darah yang membengkak dalam hidung akibat reaksi alergi.

Obat ini efektif untuk meringankan gejala hidung tersumbat serta berair. Namun, Anda mungkin perlu meminum obat alergi kombinasi untuk meredakan beberapa gejala alergi sekaligus.

3. Kortikosteroid

Kortikosteroid dapat mengatasi peradangan akibat alergi debu. Obat ini juga membantu meredakan hidung tersumbat, bersin, serta gejala lainnya yang menyerupai pilek.

Kortikosteroid tersedia dalam bentuk pil, obat semprot atau cuci hidung, serta krim oles. Tidak seperti obat lainnya, kortikosteroid harus digunakan atas resep dokter.

4. Imunoterapi

Imunoterapi bukanlah obat paten yang bisa menyembuhkan alergi debu. Namun, terapi ini bertujuan untuk ‘melatih’ sistem kekebalan tubuh agar tidak terlalu sensitif terhadap debu.

Imunoterapi untuk alergi terbagi menjadi dua jenis, seperti berikut ini.

Baca Juga: Piala Dunia U-20 di Indonesia Diharapkan Digelar Dengan Kehadiran Penonton

- Terapi alergi subkutan (SCIT): dokter menyuntikkan alergen pada kulit, lalu mengamati reaksinya. Ini dilakukan 1 – 2 kali seminggu dalam 6 bulan hingga beberapa tahun.

- Terapi alergi sublingual (SLIT): dokter meneteskan alergen ke bawah lidah, lalu mengamati reaksinya. Terapi dilakukan selama 3 – 5 tahun.

5. Suntik epinefrin

Epinefrin adalah suntikan yang akan diberikan pada orang dengan riwayat alergi parah atau anafilaksis.

Obat ini harus segera disuntikan apabila ada gejala pingsan, tekanan darah rendah, dan sesak napas, karena dampaknya membahayakan jiwa.

Mencegah kambuhnya alergi debu

Load More