TANTRUM - Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) menempuh langkah pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap lebih dari 300 karyawannya. Indosat Ooredoo Hutchison menyebut langkah rightsizing ini telah berjalan dengan lancar.
Director & Chief of Human Resources Officer Indosat Ooredoo Hutchison Irsyad Sahroni menyebut, lebih dari 95 persen karyawan yang terdampak telah menerima penawaran rightsizing.
Sementara, sebagian kecil sisanya masih mempertimbangkan tawaran tersebut. “Paket kompensasi yang ditawarkan kepada karyawan adalah rata-rata 37 kali upah, yang tertinggi mencapai 75 kali upah,” kata Irsyad dicuplik dari Tekno Liputan6.com, Sabtu, 24 September 2022, .
Ia menambahkan, penawaran ini secara signifikan lebih tinggi di atas ketentuan undang-undang berlaku.
Menurut Irsyad, inisiatif rightsizing berjalan lancar sesuai rencana dan telah diterima dengan baik oleh sebagian besar karyawan terdampak.
“Prosesnya sejalan dengan peraturan perundang-undangan yang ada dan telah dilakukan dengan pertimbangan matang, yang dilakukan secara objektif dan fair,” tuturnya.
Kata Irsyad, perusahaan telah berkomunikasi secara langsung dan transparan dengan semua karyawan. Menurutnya, semua telah memahami perlunya kelincahan dan bertumbuh lebih cepat sesuai tuntutan dan kebutuhan pasar saat ini.
Oleh karena itu inisiatif reorganisasi ini dianggap penting untuk keberlanjutan dan pertumbuhan bisnis perusahaan ke depan.
Lebih lanjut IOH menyebut, inisiatif rightsizing ini didasarkan pada strategi bisnis ke depan dan pertimbangan yang komprehensif serta diharapkan jadi langkah strategis yang membawa perusahaan menjadi perusahaan telekomunikasi digital paling dipilih di Indonesia.
Di sisi lain, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) meluncurkan layanan koneksi internet kabel optik (fiber to the home/FTTH) dengan nama Indosat HiFi.
IOH mengatakan, peningkatan penggunaan internet mendorong perusahaan untuk memperluas layanannya, sebagai kelanjutan dari penggabungan usaha IOH.
"Indosat HiFi hadir untuk memenuhi pertumbuhan permintaan koneksi internet yang andal dan terpercaya bagi pengguna di rumah maupun di perkantoran," kata President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha.
Mengutip siaran pers, Minggu (11/9/2022), Indosat HiFi menghadirkan koneksi internet dengan kecepatan hingga 100 Mbps, yang diklaim didukung akses stabil yang bebas dari gangguan cuaca.
IOH menawarkan harga berlangganan untuk layanan kabel optik Indosat HiFi mulai dari Rp 245 ribu per bulan.
Indosat HiFi juga menawarkan kebebasan FUP (fair usage policy), sehingga pengguna bisa tetap menonton atau mengunduh video dan game tanpa khawatir kehabisan kuoata atau kecepatan internet yang menurun.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Gagal Masuk Negeri? Jangan Cemas, 800 Lebih Sekolah Swasta di Banten Kini Gratis
-
12 Kali Raih WTP, Mengapa BPK Masih Minta Sumsel Benahi Sejumlah Hal?
-
6 Fakta Penangkapan Pelaku Pembacokan Maut di Kebon Pedes
-
Puasa 1 Muharram, Sunnah atau Sekadar Tradisi? Ini Niat dan Penjelasan Ulama
-
6 Fakta Nasib Pedagang Usai Pembongkaran Kios Ilegal di Jalur Puncak
-
Di Balik Gemerlap Podium, Nasib Atlet Indonesia Masih Terkatung-katung
-
Korban Terus Bertambah, Dugaan Penipuan Rp1,4 Miliar yang Seret Ibu Bhayangkari Bikin Heboh
-
7 Poin Penting di Balik Tuntutan Soal BBM dan Program MBG
-
Sudah Dapat Rp10 Juta, Pedagang Puncak Tetap Merana: Modal Segitu Mana Cukup
-
PTBA Uji Biomassa Kaliandra Merah untuk Kurangi Emisi Karbon dan Dukung Transisi Energi