TANTRUM - TikTok baru saja merilis alat moderasi baru yaitu tombol ‘Dislike’ untuk seluruh pengguna aplikasi secara global.
Melalui tombol baru ini, pengguna dimungkinkan untuk menandai komentar yang menurut mereka tidak relevan atau tidak pantas.
Dilansir Engadget dicuplik dari laman Tek, Senin, 26 September 2022, perusaaan media sosial itu telah menguji coba tombol ‘Dislike’ pada awal tahun ini.
Fitur ‘Dislike’ ini diluncurkan sebagai salah satu cara perusahaan untuk mendapatkan feedback terkait komentar yang tidak pantas atau tidak relevan.
Seperti pada aplikasi media sosial lainnya, pengguna dapat memakai tombol ‘dislike’ ini dengan menekan ikon jempol ke bawah untuk mengungkapkan ketidaksenangan mereka.
Artinya, tombol ‘Dislike’ ini hadir sebagai salah satu opsi di samping pilihan untuk melaporkan komentar.
Idealnya, komentar dengan jumlah tidak suka yang besar akan memperingatkan TikTok tentang ujaran kebencian, spam, atau trolling yang mungkin terlewatkan.
Sehingga komentar yang lebih sehat akan dipromosikan untuk berada di bagian yang mudah terlihat.
Kendati demikian, laporan dari Engadget menyebut, TikTok juga menyadari adanya potensi penyalahgunaan dari fitur terbaru yang mereka hadirkan.
Baca Juga: Three Bold Siblings Mendominasi! Drama Little Women Cetak Rekor Rating Baru
Oleh karena itu, perusahaan ini tidak akan menampilkan jumlah akun yang tidak suka terhadap komentar tertentu.
Menariknya, fitur ‘Dislike’ ini mirip dengan yang ada pada platform streaming media YouTube.
Ini juga dihadirkan TikTok sebagai fitur pribadi dimana hanya pengguna yang menekan tombol ‘Dislike’ yang dapat membatalkannya ketika mereka tidak sengaja menekan tombol tersebut.
Terkait potensi penyalahgunaan tombol ‘Dislike’, TikTok belum memberikan keterangan terkait tindakan yang akan dilakukan oleh perusahaan.
Sehingga belum diketahui bagaimana detail sanksi yang akan diterima oleh pihak yang menyalahgunakan fitur terbaru itu.
Sebagai informasi, tombol ‘Dislike’ bukan satu-satunya alat moderasi yang tersedia di aplikasi TikTok dan sumber daya gabungan dapat membantu perusahaan menangani bagian komentar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
LG Ungkap Tantangan Smart Home di Indonesia, Edukasi Konsumen dan Teknologi AI Jadi Kunci
-
Reuni Panas! Eliano Reijnders Tak Segan Bantu Persib Bungkam Bali United
-
Terungkap Penyebab Kasus HIV/AIDS di Pekanbaru Tertinggi se-Riau
-
Kena OTT KPK, Bupati Tulungagung Gatut Sunu dari Partai Apa?
-
Kenapa 5G Telkomsel Tidak Muncul di HP? Ini Penyebab yang Sering Terjadi di Palembang
-
6 HP Harga Rp2 Jutaan dengan Kamera 108MP dan Stabilizer, Hasil Foto Memukau Setara iPhone
-
30 Kode Redeem FF Terbaru 11 April 2026: Klaim Skin Evo Gun hingga AK47 Blue Flame Draco Gratis
-
Fajar/Fikri Diadang Kuda Hitam Korea, 2 Wakil Indonesia Jadi Tumpuan Terakhir di BAC 2026
-
Jaga Kelestarian Alam, Ekowisata Mangrove di Lombok Timur Ini 'Mengalah' Demi Napas Lingkungan
-
Sidak Wamendagri di Bandar Lampung: Saat WFA Bukan Berarti Libur