TANTRUM - Puan Maharani digadang-gadang akan maju ke gelanggang pemilihan presiden Pemilu 2024. Dan Wakil Ketua DPP PDIP sekaligus Ketua DPR RI ini dinilai memang patut dipilih. Salah satu alasannya, karena ia dinilai sebagai sosok yang paling sedikit dosanya.
Hal itu dikatakan salah satu Youtuber Guru Gembul yang memiliki nama asli Johan Riyadi, Selasa (27/9/2022). Guru Gembul mengaku ia sudah memilih Puan Maharani sebagai bakal calon atau calon presiden dalam Pilpres 2024.
Menurutnya ada tiga alasan mengapa harus memilih putri Ketum PDIP Megawati Sukarnoputri itu. Ia menyebut Puan Maharani merupakan pejabat yang paling sedikit dosanya di mata Tuhan dibandingkan dengan pejabat-pejabat lain di Indonesia.
Mengapa Puan Maharani bisa disebut paling sedikit dosanya, Guru Gembul pun menjelaskan alasannya. Yakni, Puan Maharani adalah pejabat yang mendapat hujatan lebih banyak daripada yang dia lakukan.
“Jadi yang menghujat banyak, tapi kerjanya kan lebih sedikit dari itu. Dalam kalkulasi pahala dan dosa, kalau kita mengumpat pada satu pihak, dosanya akan berkurang, pindah pada yang mengumpatnya,” kata Guru Gembul.
Sebagai contoh, saat Puan Maharani diundang dalam podcast Deddy Corbuzer dua tahun lalu, kebanyakan komentarnya negatif terhadap Puan. Begitu juga dengan akademisi UI yang juga pegiat media sosial, Ade Armando, yang biasa membela pemerintah ketika disuguhkan nama Puan Maharani justru malah membelot dan menghujat.
“Dengan alasan ini, Ibu Puan Maharani adalah orang yang tabungan pahalanya lebih banyak dari dosanya. Kita kan memilih yang paling sedikit dosanya,” ucap Guru Gembul sambil tersenyum.
Selain alasan sedikit dosanya, Guru Gembul juga menyebutkan dua alasan lagi mengapa dia memilih putri almarhum Taufik Kiemas itu sebagai calon presiden. Yakni buang suara dan korban politik.
Buang suara karena dia menganggap bahwa Puan Maharani adalah capres yang kecil kemungkinannya menang. Dengan memilih Puan Maharani, maka dianggap sebagai buang suara karena yang menang adalah capres lain.
Dengan begitu, dia tidak memiliki perasaan bersalah telah memilih capres yang di kemudian hari mengkhianati rakyat.
Soal korban politik, Guru Gembul menduga bahwa Puan Maharani adalah korban politik. Dia menceritakan dulu pernah ada siswanya yang memiliki keinginan menjadi pemain sepak bola. Yang jadi soal, orang tua anak itu seorang anggota TNI yang menginginkan anaknya juga menjadi TNI.
Dengan mengambil cerita itu, dia menduga Puan Maharani sebetulnya tidak ingin jadi pejabat, melainkan bidang-bidang lain seperti desainer atau lainnya.
Tapi gara-gara di lingkungan terdalam kekuasaan di mana keluarganya secara turun-temurun jadi presiden maka dia pun didorong untuk jadi presiden.
Puan Maharani tentu tidak bisa disalahkan, kata Guru Gembul. Yang salah adalah orang yang punya ambisi berlebihan yang sampai-sampai mengorbankan Puan Maharai sampai diolok-olok, juga mengorbankan rakyat karena menjadikan orang yang tidak mau dan tidak mampu dipaksa untuk jadi pejabat publik.
“Jadi ada dua pihak yang jadi korban. Ibu Puan Maharani di satu sisi, dan rakyat Indonesia di sisi lain,” papar Guru Gembul.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Heboh Lagi, Ahmad Dhani Klaim Punya Bukti Perselingkuhan Maia Estianty dengan Petinggi Stasiun TV
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Sindiran untuk Pemerintah: Sopir Truk dan Petani di Blitar Patungan Jutaan Rupiah Demi Tambal Jalan
-
Dasco Ditelepon Presiden Prabowo saat Terima Buruh Kasbi dan Gebrak di Senayan
-
Debut Pekan Depan, Huawei Nova 15 Max Bawa Baterai 8.500 mAh dan Chipset Kirin
-
Wacana Layer Baru Cukai Rokok: Ancaman Nyata bagi Industri Legal dan Nasib Buruh
-
B50 Mulai Berlaku Juli 2026, GAPKI Wanti-wanti Produksi Sawit yang Masih Jalan di Tempat
-
Sekolah Mahal vs Sekolah Biasa: Kita Sebenarnya Tahu Bedanya
-
Hindari Ribut, Haldy Sabri Larang Keras Irish Bella Main Sinetron Lagi
-
Berkaos Oblong Hitam, Prabowo Sapa Buruh di Monas Lebih Dekat
-
Goto Siap Ikut Aturan Pemerintah soal Pemotongan Pendapatan Mitra Pengemudi
-
Tak Direstui, Pemuda di Jombang Nekat Masuk Kamar Tusuk Kekasih dan Adiknya