/
Senin, 10 Oktober 2022 | 08:39 WIB
Ilustrasi awan hujan badai. (Tobias Hämmer / Pixabay)

TANTRUM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut, wilayah Indonesia berpotensi mengalami peningkatan cuaca ekstrem di beberapa wilayah dalam sepekan ke depan, 9-15 Oktober 2022. 

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, hasil analisis dinamika atmosfer terkini menunjukkan adanya sirkulasi siklonik yang membentuk pola belokan angin serta perlambatan kecepatan angin yang dapat meningkatkan aktivitas konvektif dan pertumbuhan awan hujan. 

Selain itu, aktifnya fenomena gelombang atmosfer seperti Madden Jullian Oscillation (MJO) yang berinteraksi dengan gelombang Rossby Ekuatorial dan gelombang Kelvin juga secara tidak langsung dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia dalam beberapa hari ke depan.

Berdasarkan kondisi tersebut, BMKG memprediksi potensi curah hujan dengan instensitas sedang-lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang periode 9-15 Oktober 2022 di wilayah sebagai berikut: 

1. Aceh 

2. Sumatra Utara 

3. Kepulauan Riau 

4. Riau 

5. Kepulauan Bangka Belitung 

Baca Juga: Anies Baswedan Pamit dari Pemprov Jakarta, Tidak Selesai Jalankan Tugas Untuk Indonesia

6. Jambi 

7. Bengkulu 

8. Sumatra Selatan 

9. Lampung 

10. Banten 

11. DKI Jakarta 

12. Jawa Barat 

13. Jawa Tengah 

14. DI Yogyakarta 

15. Jawa Timur 

16. Bali 

17. Nusa Tenggara Barat 

18. Kalimantan Barat 

19. Kalimantan Timur 

20. Kalimantan Utara 

21. Kalimantan Tengah 

22. Kalimantan Selatan 

23. Sulawesi Utara 

24. Gorontalo 

25. Sulawesi Tengah 

26. Sulawesi Barat 

27. Sulawesi Selatan 

28. Sulawesi Tenggara 

29. Maluku Utara 

30. Maluku 

31. Papua Barat 

32. Papua.

Sementara itu, untuk periode tiga hari ke depan, 8-10 Oktober 2022, berdasarkan perkiraan berbasis dampak, wilayah berpotensi terdampak hujan lebat dengan kategori siaga perlu diwaspadai di: 

1. Sebagian wilayah Aceh 

2. Sebagian wilayah Banten 

3. Sebagian wilayah DKI Jakarta 

4. Sebagian wilayah Jawa Barat 

5. Sebagian wilayah Jawa Tengah 

6. Sebagian wilayah Jawa Timur 

7. Sebagian wilayah Kalimantan Barat 

8. Sebagian wilayah Sulawesi Tengah 

Informasi lebih rinci hingga level kecamatan untuk potensi dampak hujan lebat dapat diakses di laman signature.bmkg.go.id.

Potensi awan cumulonimbus 

Potensi pertumbuhan awan cumulonimbus (CB) di wilayah udara Indonesia pada 8-14 Oktober 2022, yaitu sebagai berikut: 

Awan cumulonimbus dengan persentase cakupan spasial maksimum antara 50-75 persen (OCNL/Occasional) selama 7 hari ke depan diprediksi terjadi di wilayah sebagai berikut: 

Laut Andaman, Laut Cina Selatan, Laut Sulu, Laut Filipina, Samudera Hindia selatan Pulau Jawa hingga barat Pulau Sumatra, Sebagian kecil Pulau Sumatra, Pulau Jawa, Pulau Sulawesi, dan Pulau Papua, sebagian besar Pulau Kalimantan, Kepulauan Maluku, Selat Karimata, Laut Jawa, Selat Makassar, Laut Sulawesi, Laut Seram, Laut Anda, Laut Aru, Samudra Pasifik Utara Pulau Papua. 

Awan cumulonimbus dengan persentase cakupan spasial lebih dari 75 persen (FRQ/Frequent) selama 7 hari ke depan diprediksi terjadi di Laut Cina Selatan.

Potensi gelombang tinggi

Potensi gelombang tinggi di wilayah perairan Indonesia pada 8-14 Oktober 2022, yaitu sebagai berikut: 

Kategori tinggi gelombang 2,5-4 meter: Perairan utara Sabang, Perairan barat Aceh, Perairan barat P. Simeulue hingga Kep. Mentawai, Perairan P. Enggano - Bengkulu, Perairan barat Lampung, Samudra Hindia barat Sumatra, Selat Sunda bagian barat dan selatan, Perairan selatan Banten hingga Jawa Timur, Selat Bali - Lombok - Alas bagian selatan, Selat Sumba bagian barat, Perairan selatan Bali hingga P. Sumba, Samudra Hindia selatan Banten hingga P. Sumba, Laut Natuna.

Pihak-pihak terkait diharapkan melakukan persiapan antara lain: 

1. Memastikan kapasitas infrastruktur dan sistem tata kelola sumber daya air siap untuk mengantisipasi peningkatan curah hujan. 

2. Melakukan penataan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan dan tidak melakukan pemotongan lereng atau penebangan pohon yang tidak terkontrol serta melakukan program penghijauan secara lebih masif. 

3. Melakukan pemangkasan dahan dan ranting pohon yang rapuh serta menguatkan tegakan/tiang agar tidak roboh tertiup angin kencang. 

4. Menggencarkan sosialisasi, edukasi, dan literasi secara lebih masif untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian Pemerintah Daerah, masyarakat serta pihak terkait dalam pencegahan/pengurangan risiko bencana hidrometeorologi (banjir, longsor, banjir bandang, angin kencang, puting beliung dan gelombang tinggi). 

5. Lebih mengintensifkan koordinasi, sinergi, dan komunikasi antar pihak terkait untuk kesiapsiagaan antisipasi bencana hidrometrorologi. 

6. Terus memonitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG, secara lebih rinci dan detail untuk tiap kecamatan di seluruh wilayah Indonesia, melalui:

- Website BMKG https://www.bmkg.go.id, untuk prakiraan cuaca hingga level kecamatan;

- Akun media sosial @infobmkg; 

- Aplikasi iOS dan android "Info BMKG"; 

- Call center 196 BMKG; 

- Atau dapat langsung menghubungi kantor BMKG terdekat.

source: Kompas.com

Load More