TANTRUM - Singapura dikabarkan mengalami lonjakan kasus Covid-19 diakibatkan dugaan kemunculan subvarian baru Omicron XBB. Lonjakan kasus itu diketahui terjadi usai gelaran balapan Formula 1 (F1).
Namun Kementerian Kesehatan (Ministry of Health/MOH) Singapura membantah tuduhan tersebut.
“Kami sedang memprakarsai tindakan Pofma (The Protection from Online Falsehoods and Manipulation Act 2019) terhadap kebohongan semacam itu,” ujar MOH dalam sebuah pernyataan yang di-posting di situs resminya, Selasa lalu (11/10/2022).
Akan tetapi subvarian baru Omicron XBB sudah ditemukan di Singapura. Peningkatan kasus lokal yang didorong oleh XBB, termasuk lonjakan pasca-akhir pekan Selasa ini, jumlah kasus parah tetap relatif rendah.
MOH menjelaskan sebagian besar pasien terus melaporkan gejala ringan seperti sakit tenggorokan atau demam ringan, terutama jika mereka telah divaksinasi.
“Kami memantau lintasan dengan cermat. Lebih penting lagi, juga tidak ada bukti XBB menyebabkan penyakit yang lebih parah,” katanya.
Menanggapi subvarian baru Omicron XBB ditemukan di Singapura, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi mengatakan hingga saat ini belum ada ditemukan subvarian jenis tersebut di Batam.
“Pihak BTKL (Balai Teknik Kesehatan Lingkungan) dan Kemenkes RI belum ada (laporan),” ujar Didi, Kamis (13/10/2022).
Menurutnya lonjakan kasus Covid-19 di Singapura bisa saja terjadi karena protokol kesehatan (prokes) sudah tidak ketat seperti awal pandemi. Bahkan saat ini, Pemerintah Singapura sudah memperbolehkan melepas masker.
Baca Juga: 20 Daerah di Jawa Barat Berpotensi Turun Hujan Sedang Hingga Lebat
“Di sana gak berlaku lagi pakai masker,” katanya.
Walaupun begitu, Didi mengatakan, kemungkinan akan ada peninjauan di seluruh pintu masuk (entry point) Pelabuhan Internasional Batam. Tetapi menunggu arahan dari Pemerintah Pusat.
Di samping itu, Pemerintah Indonesia secara perlahan akan mengubah Pandemi Covid-19 menjadi endemi. Selain itu, Didi menilai berdasarkan varian-varian sebelumnya, diketahui varian Omicron tidak terlalu bahaya.
“Kalau subvarian sekarang ini, belum tau berbahaya atau tidak,” pungkas Didi.
source: Batam News
Berita Terkait
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Penutupan Alfamart Dikaikan dengan KDMP, Perang Ritel Mulai Terjadi?
-
Karier Aboard Pratama Arhan Ini Berakhir Jika Benar Berlabuh ke Garudayaksa FC
-
Waspada Siklon dan Ancaman Penyakit! Hantavirus Mengintai, Diabetes Tipe 2 Ancam Anak Muda
-
Badut Gendong: Elemen Brutal yang Membawa Horor Indonesia ke Level Baru!
-
Bank Investasi China Berikan Pinjaman Rp71,5 Triliun untuk Indonesia, Mau Buat Apa?
-
Debut Manis Kiper Muda Persija Jakarta! Hafizh Rizkianur Ucap Syukur
-
Latihan Perdana Timnas Indonesia Dimulai, Marselino hingga Saddil Langsung Digeber John Herdman
-
PSMS Medan Berpeluang Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026
-
BUMN Dana Pensiun Perluas Bantuan Hunian ke Pensiunan
-
Ketika Aroma Rendang Kurban Akhiri Pelarian Napi Rutan Pekanbaru