TANTRUM - Belum lama ini, India menghebohkan seluruh dunia dengan kabar timbulnya wabah baru yang bernama superbug. Saat ini, wabah tersebut telah menyerang ribuan masyarakat di India.
Sebelum munculnya wabah ini, dunia juga digemparkan dengan pandemi COVID-19 yang sampai saat ini masih berkeliaran di antara masyarakat seluruh dunia.
Dengan timbulnya pandemi baru di India ini tentu membuat sebagian besar masyarakat di seluruh dunia khawatir.
Kasus wabah superbug India ini pertama kali ditemukan di Rumah Sakit Kasturba, negara bagian Maharashtra, India. Sampai saat ini, ada 1.000 pasien wabah ini yang telah ditampung di seluruh rumah sakit India.
Lalu, apa itu pandemi superbug dan bagaimana cara mengenali gejalanya? Simak penjelasannya berikut ini.
Wabah superbug adalah strain patogen berupa bakteri, virus, parasit, dan jamur yang resisten terhadap antibiotik. Artinya, pantogen ini mengembangkan kemampuannya untuk melawan obat yang biasa diresepkan.
Kondisi tersebut menyebabkan resistensi antibiotik. Beberapa penyakit yang ditimbulkan dari reaksi ini adalah pneumonia, infeksi saluran kemih, dan infeksi kulit.
Sementara itu, Center for Disease Prevention and Control (CDC) Amerika Serikat mencantumkan ada 18 bakteri dan jamur yang resisten terhadap antibiotik.
Siapa saja bisa terkena wabah yang satu ini, terutama seseorang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Baca Juga: Tiket Masuk Murah Meriah Hingga Gratis! 4 Tempat Wisata Bandung yang Hits
Pada umumnya, gejala wabah ini hampir menyerupai infeksi lainnya. Namun, bagi sebagian orang, infeksi superbug tidak menimbulkan gejala, termasuk pandemi superbug India.
Misalnya, N gonorroeae atau bakteri menular seksual yang sering tidak terdeteksi karena tidak langsung menunjukkan gejala. Jika tidak diobati, gonore dapat merusak sistem saraf dan jantung.
Beberapa gejala umum yang mungkin bisa dikenali adalah demam, kelelahan, diare, batuk, dan nyeri sendi.
Gejala ini sama dengan gejala infeksi lainnya, perbedaannya adalah gejala tersebut tidak dapat merespons pemberian antibiotik atau antijamur.
Pasien disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter jika mengalami beberapa gejala berikut yang jadi kemungkinan risiko gejala pandemi superbug India.
Gejalanya yaitu sulit bernapas, batuk lebih dari seminggu, sakit kepala yang intens, sakit dan kaku leher, demam di atas 39,4 derajat Celcius, mengalami masalah penglihatan serta mengalami ruam atau bengkak.
source: Hai Bunda
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan