/
Kamis, 20 Oktober 2022 | 05:20 WIB
Depresi (suara.com)

TANTRUM - Depresi adalah gangguan suasana hati (mood) yang ditandai dengan perasaan sedih berkepanjangan dan kehilangan kesenangan atau minat dalam melakukan sesuatu. Jenis depresi pun ada berbagai macam.

Beberapa penyebab depresi adalah pengalaman traumatis, kehilangan sesuatu yang penting (seseorang atau pekerjaan), gangguan hormon, gangguan kimia pada otak, kecanduan alkohol atau narkoba, dan kepribadian yang sulit mengatasi masalah.

Menurut data WHO tahun 2021, sekitar 280 juta penduduk dunia berjuang dengan depresi. Gangguan mental ini memang tidak sepele dan berdampak buruk pada kehidupan sehari-hari. Mirisnya, ratusan ribu orang meninggal akibat bunuh diri karena depresi.

Di Indonesia, gangguan mental yang paling banyak diderita usia produktif adalah depresi, gangguan kecemasan, dan skizofrenia. Perempuan memiliki risiko lebih besar mengalami depresi dibandingkan laki-laki.

Meski kamu merasa sangat sedih atau tidak semangat, bukan berarti pasti mengidap depresi. Jangan buat self-diagnosis lewat info-info yang berseliweran, diagnosis depresi hanya ditentukan oleh psikolog dan psikiater. 

Menurut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5), jenis-jenis depresi dibedakan berdasarkan penyebabnya. Berikut macam-macam depresi yang perlu kamu ketahui dan sadari gejala umumnya:

1. Disruptive Mood Dysregulation Disorder

Gangguan mood ini ditandai dengan adanya ledakan amarah (temper outburst) dalam bentuk: 

- Verbal: Menghina, memaki, dan sebagainya 
- Perilaku: Memukul, membanting, dan sebagainya

Baca Juga: Bagaimana Masa Depan David de Gea di MU? Belum Ada Kepastian dari Erik Ten Hag

Perilaku-perilaku tersebut terjadi di luar kendali dan tidak wajar secara durasi atau situasinya.

2. Major Depressive Disorder

Tipe depresi berat ditandai dengan sedih berkepanjangan dan kehilangan minat atau kesenangan dalam melakukan sesuatu, minimal selama kurang lebih dua minggu. 

Gangguan depresi berat diikuti dengan: 

- Penurunan nafsu makan 
- Gangguan tidur 
- Kegelisahan 
- Merasa lelah sepanjang hari 
- Merasa tidak berharga dan bersalah 
- Sulit mempertahankan konsentrasi 
- Pikiran untuk bunuh diri

3. Persistence Depressive Disorder (Dysthymia)

Load More