TANTRUM- PLN dan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) meneken nota kesepahaman kerja sama (MoU) menyusun rencana pembiayaan dan investasi untuk mempercepat masa pensiun dini (early retirement) pembangkit listrik batu bara sehingga dapat mempercepat transisi menuju energi bersih.
Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menjelaskan kerja sama itu merupakan wujud dukungan dua perusahaan terhadap program pemerintah mewujudkan Indonesia tanpa emisi (net zero emission) pada 2060.
“PLN akan mendukung inisiatif tersebut melalui penyediaan informasi proyek terkait Energy Transition Mechanism (ETM) dan pemenuhan persyaratan untuk memperoleh fasilitas pembiayaan dan investasi dari PT SMI dan/atau pihak ketiga yang menjadi mitra PT SMI,” kata Darmawan selepas acara penandatanganan MoU pada sela-sela rangkaian acara G20 di Nusa Dua, Badung, Bali, Selasa (18/10).
Mekanisme Transisi Energi (ETM) merupakan skema beralih dari batu bara menuju energi baru dan terbarukan (EBT). Peralihan itu merupakan strategi PLN untuk membantu pemerintah mengurangi emisi gas rumah kaca, yang pada 2030 ditargetkan dapat berkurang sampai 31,89 persen. Target itu merupakan bagian dari upaya mewujudkan Indonesia tanpa emisi gas rumah kaca pada 2060.
MoU antara PLN dan PT SMI ditandatangani oleh Direktur Keuangan PLN Sinthya Roesly dan Direktur Utama PT SMI Edwin Syahruzad. Kegiatan itu disaksikan langsung oleh Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) I Pahala Nugraha Mansury.
PT SMI saat ini merupakan koordinator atau Country Platform Manager ETM yang bertugas mengelola mekanisme transisi energi di Indonesia. PT SMI, sebagai country platform manager, juga menghimpun sumber-sumber pendanaan komersial dan nonkomersial secara berkelanjutan, misalnya dari Indonesia Sovereign Wealth Fund, pembiayaan dari lembaga donor/filantropis, lembaga multilateral/bilateral, dan lembaga internasional lainnya.
Dalam siaran tertulis yang sama, Direktur Utama PT SMI Edwin Syahruzad menyampaikan kerja sama dengan PLN bakal melibatkan sejumlah pihak dalam skema blended finance.
Ia menyampaikan transisi di sektor energi dapat berkontribusi secara signifikan pada penurunan emisi gas rumah kaca, karena sejauh ini penggunaan energi di Indonesia sebagian besar masih bersumber dari batu bara yang memiliki emisi karbon tinggi.
"Oleh karena itu, kolaborasi para pemangku kepentingan diperlukan untuk bersama melakukan transisi energi ini pada berbagai sektor kerja sama baik sosial, lingkungan, teknologi, hingga pembiayaan dan investasi,” kata Edwin.
Baca Juga: Iriana Joko Widodo dan OASE KIM Kunjungan Kerja ke Provinsi Jambi
Berita Terkait
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
Masuk Kerja Lagi Setelah Lebaran? Ini 7 Cara Melawan 'Magical' Biar Nggak Malas Gerak
-
Bank Sumsel Babel Ingatkan Bahaya Modus Penipuan Pasca Lebaran, Ini yang Harus Diwaspadai
-
Prancis vs Brasil: Panggung Pembuktian Kylian Mbappe Sebelum Piala Dunia 2026
-
Polemik Status Tahanan Rumah Gus Yaqut, Tersangka Korupsi Dapat Perlakuan Istimewa dari KPK?
-
Hindari Macet Tol Cipali Malam Ini, Pemudik Disarankan Keluar di Cirebon dan Lewat Pantura
-
Keluhan Pemudik Asal Bogor, Terjebak Macet Horor di Tol Cipali Malam Ini
-
'Mau Abang Culik?', Bocoran Chat Oknum Kader HMI yang Dikaitkan dengan Dugaan Pelecehan
-
Seskab Ungkap Detik-detik Prabowo Ingin Lihat Warga di Bantaran Rel: Dadakan Ingin Menyamar
-
Abdul Wahid Disidang, Publik Singgung Dinamika Politik Senggol SF Hariyanto
-
Tanpa Lencana Presiden, Prabowo Santai Sapa Warga di Bantaran Rel Senen, Janjikan Hunian Layak