TANTRUM - Sebanyak 1,7 juta atau 40 persen remaja di Provinsi Jawa Barat mengalami kekurangan darah (anemia).
Agar tidak meningkat jumlahnya, Dinas Kesehatan Jawa Barat bekerja sama dengan lembaga Nutrisi Internasional sejak 2018 konsisten melakukan berbagai program upaya pencegahan anemia pada remaja putri.
Menurut Ketua Tim Kerja Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinkes Jabar Prima Nurahmi, anemia bisa berakibat buruk pada bukan saja kesehatan penderita tapi juga keturunannya.
"Akibatnya bisa panjang, penderita anemia itu saat melahirkan bisa terjadi pendarahan, salah satu penyebab tertinggi kematian ibu melahirkan, kemudian bayi yang lahir kemungkinan menderita stunting dan sebagainya," ujar Prima ditulis Bandung, Selasa, 15 November 2022.
Prima menjelaskan anemia harus dicegah sejak dini, diantaranya dengan rutin mengonsumsi suplemen tablet tambah darah atau TTD satu kali dalam seminggu sepanjang tahun.
Penyaluran TTD melibatkan seluruh sekolah dan puskesmas yang ada. Alur penyalurnya, sekolah bisa mengambil suplemen TTD ke puskesmas dan memberikannya ke siswa remaja putri.
"Itu rutin dilakukan dari usia 18 hingga 24 tahun, secara gratis dan tidak berefek samping karena ini bentuknya suplemen," kata Prima.
Penanggulangan anemia ini sebut Prima, harus melibatkan seluruh lintas instansi pemerintah. Bahkan diminta agar lebih gencar lagi dalam kampanye dan pelaksanaan TTD.
Prima menjelaskan, tanpa perhatian semua kelompok masyarakat gerakan atau program TTD akan terhambat.
Baca Juga: PT KAI Bandung Operasikan 103 Perjalanan Kereta pada Masa Libur Nataru
Dicuplik dari laman Klik Dokter, anemia merupakan kondisi di mana seseorang tidak memiliki sel darah merah dalam jumlah yang cukup untuk mengantarkan oksigen ke berbagai jaringan yang terdapat di dalam tubuh.
Mengalami anemia dapat membuat seseorang merasa lelah dan lemas. Terdapat berbagai jenis dari anemia, dan masing-masing memiliki penyebab yang berbeda.
Anemia dapat terjadi sementara atau dapat menetap selama jangka panjang, dan memiliki derajat keparahan yang bervariasi dari ringan hingga berat.
Terdapatnya anemia dapat disebabkan oleh adanya kondisi kesehatan lain yang mendasarinya.
Penanganan dari anemia dapat bervariasi, mulai dari konsumsi suplemen hingga menjalani prosedur medis tertentu.
Sebagian jenis anemia dapat dicegah dengan mengonsumsi diet sehat yang bervariasi dan bernutrisi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
PSMS Medan Berpeluang Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026
-
BUMN Dana Pensiun Perluas Bantuan Hunian ke Pensiunan
-
Ketika Aroma Rendang Kurban Akhiri Pelarian Napi Rutan Pekanbaru
-
Pertamina Salurkan Lebih dari 4.400 Hewan Kurban untuk Masyarakat pada hari raya Iduladha 2026
-
Dilaporkan ke Polisi, Abu Janda Bantah Hina Warga Sumbar
-
Polemik Seleksi Paskibraka: Gubernur Sulsel Pertemukan Peserta Dengan Panitia
-
Iduladha Bukan Cuma Soal Sate: Mengapa Kita Butuh Rem di Tengah Hiruk-Pikuk Dunia?
-
Investor Asing Bawa Kabur Dana Rp 3,96 Triliun dalam Dua Hari, BBCA Jadi Bulan-bulanan
-
Rupiah Anjlok ke Rp17.870 Hari Ini, Cek Kurs Dolar AS di BCA, Mandiri, BRI, dan BNI
-
Soal Izin Gereja GMS di Bantul, Bupati Halim: Hak Ibadah dan Legalitas Bangunan Itu Dua Hal Berbeda