TANTRUM - Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) pada November 2022 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi tetap terjaga.
Kondisi ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang kuat sebesar 119,1 serta tetap berada pada area optimis (>100).
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, terjaganya optimisme konsumen pada November 2022 ditopang oleh tetap kuatnya Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) maupun Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE).
Hal tersebut tercermin dari IEK dan IKE bulan lalu yang masih tercatat optimis masing-masing sebesar 127,9 dan 110,3, meskipun lebih rendah dari 128,3 dan 112,3 pada bulan sebelumnya.
Masih terjaganya keyakinan konsumen terutama terindikasi pada responden dengan tingkat pengeluaran di atas Rp5 juta. Berdasarkan usia, IKK November 2022 yang kuat ditopang terutama oleh responden berusia 20–30 tahun
Secara spasial, IKK tercatat turun pada sebagian kota yang disurvei, terdalam di Banjarmasin (-8,8 poin), diikuti kota Surabaya (-7,1 poin) dan Manado (-6,8 poin). Sementara itu, beberapa kota masih mencatat kenaikan IKK, tertinggi di Makassar (14,1 poin), diikuti Padang (5,6 poin), dan Bandar Lampung (5,3 poin).
Ia menjelaskan ekspektasi konsumen ke depan tetap kuat, ditopang terutama oleh ekspektasi penghasilan dan ketersediaan lapangan kerja.
Sementara itu IKE tercatat masih pada area optimis meski sedikit menurun, sejalan dengan penurunan indeks penghasilan saat ini, ketersediaan lapangan kerja, maupun pembelian barang tahan lama.
Selain itu rata-rata proporsi pendapatan konsumen untuk konsumsi terpantau sedikit menurun, terindikasi dari rata-rata proporsi (average propensity to consume ratio) sebesar 74,7 persen dari semula 75 persen.
Baca Juga: Anggota DPR Serukan BNPT dan Densus Buka Data serta Bersedia Diaudit Secara Independen
Rata-rata proporsi pembayaran cicilan atau utang (debt to income ratio) tercatat sebesar 9,6 persen, sedikit meningkat dibandingkan dengan proporsi pada bulan sebelumnya.
Di sisi lain, proporsi pendapatan konsumen yang disimpan (saving to income ratio) tercatat relatif stabil pada November 2022, yaitu sebesar 15,7 persen.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Pilihan
-
Hasil Uji Coba: Tanpa Ampun, Timnas Indonesia U-17 Dihajar China Tujuh Gol
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
Terkini
-
Beli Mobil Toyota Gratis Biaya Servis dan Garansi 6 Tahun di IIMS 2026
-
Jogja Mulai Jenuh oleh Event Sport Tourism, Sinkronisasi Program Pariwisata Dinilai Mendesak
-
7 Fakta Pemerasan Berkedok Wartawan di Tulang Bawang, Korban Diancam Sebar Foto Pribadi
-
Mothercare Rilis Koleksi Lebaran Anak 2026: Nyaman Maksimal dan Stylish Bareng Klamby dan KAMI
-
Kalender Akademik 2026 dan Jadwal Libur Lengkap Januari - Juni
-
Kunci Jawaban Pendidikan Pancasila Kelas 9Halaman 94101 Kurikulum Merdeka
-
John Herdman Blusukan ke Ruang Ganti Persib dan Diskusi dengan 3 Pilar Timnas Indonesia
-
Film Anime MADE IN ABYSS: Awakening Mystery Part 1 Diumumkan Tayang 2026
-
Pemerintah Siapkan Roadmap Hentikan Impor Bensin RON Rendah Dua Tahun Lagi
-
Viral Aksi Diduga Kejahatan Jalanan di Bantul, Dua Orang Diamankan Bawa Celurit