/
Sabtu, 04 Februari 2023 | 08:46 WIB
Ilustrasi ikan tuna (pixabay.com/27707)

TANTRUM - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan  transfer knowledge dan transfer experience antarinstansi berbasis pendidikan dengan instansi pelayanan publik dalam rangka optimalisasi tugas dan fungsi sektor perikanan dan kelautan, terutama dalam bidang Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan.

Pemerintah mempersiapkan lulusan ahli penyakit ikan, pengendalian mutu, dan keamanan hasil perikanan melalui dukungan terhadap Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Sekretaris Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kementerian Kelautan dan Perikanan Hari Maryadi  mengatakan, masa depan perikanan dan kelautan berada di tangan penerus bangsa, terutama mahasiswa-mahasiswi lulusan Sekolah Perikanan maupun Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan di seluruh Universitas.

Ia menyampaikan, hal itu dalam kegiatan penandatanganan kerjasama antara Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Ternate dengan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Khairun (FPIK UNKHAIR), Ternate.

Hari mengapresiasi adanya program MBKM sektor Perikanan yang dicanangkan oleh Sekolah Perikanan maupun Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan di seluruh Universitas, khususnya bidang keahlian penyakit ikan serta mutu dan keamanan hasil perikanan.

MBKM adalah inisiasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa/i untuk mengasah kemampuan sesuai bakat dan minat dengan terjun langsung ke dunia kerja sebagai persiapan karier masa depan.

Melalui program “Hak Belajar Tiga Semester di Luar Program Studi”, MBKM bertujuan untuk meningkatkan kompetensi lulusan, baik soft skills maupun hard skills, agar lebih siap dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Hari menambahkan, generasi milenial sektor perikanan diperlukan oleh Indonesia, terutama dalam dalam upaya menjaga mutu dan keamanan hasil perikanan Indonesia mulai dari hulu sampai hilir.

"Hal ini agar ketersediaan pangan bergizi asal ikan bagi masyarakat Indonesia dan juga untuk kepentingan ekspor dapat berjalan secara kontinyu dan konsisten," katanya.

Baca Juga: Maling Colong 23 Ekor Burung Murai Batu Milik Warga di Tambora, Kerugian Tembus Puluhan Juta Rupiah

Load More