Pemerintah berusaha menertibkan aplikasi TikTok agar tidak berperan sebagai market place, karena itu aplikasi shoping TikTok dihapuskan.
Dengan penertiban ini, maka pengguna TikTok masih bisa melakukan live streaming namun tidak bisa lagi bertransaksi produk di aplikasi tersebut.
Setelah aplikasi TikTok shop dihapus, Nikita Mirzani malah lebih setuju jika aplikasi TikTok dihapuskan. Alasan mendukung aplikasi TikTok dihapus juga sangat sarkas.
Nikita Mirzani menyebutkan TikTok bukan lagi berperan sebagai media yang memperlihatkan kebolehan seorang atas bakat atau kemampuan yang dimiliki.
"Kenapa hanya TikTok shop aja dihapus, TikTok-nya sekalian. Karena alogaritma TikTok itu bahaya," ujar Nikita.
Tetapi lebih ke ajang 'ngemis" tantangan agar diberi gift oleh penonton. Pernyataan Nikita Mirzani ini pun kemudian ramai dibahas.
"Aku sudah jarang live TikTok lagi, gara-gara banyak orang flexing, trus ngemis-ngemis online," ucap Nikita Mirzani sebelumnya.
Nikita menyebutkan jika kekinian di media aplikasi TikTok banyak orang-orang kampung bermunculan ngemis minta-minta gift sama penontonnya.
"Ada yang 24 jam nge live terus, misalnya berak sama mandi tidak di banded (dilarang), maka ia akan live 24 jam," sambung Nikita Mirzani.
Baca Juga: Jessica Wongso Ternyata Tahu Dirinya Viral, Begini Responsnya
Unggahan itu pun kemudian ramai dibahas. Banyak juga yang menyinggung mengenai anak Nikita Mirzani yang juga cari cuan dari live TikTok.
"Biar anak anda ga ada pemasukan kan, kemaren2 ga boleh ada yg endors anak nya, kalo ada yg endors mau dii laporin polisi kata nya, skrg anak nya suka live tikt*k ,tiktok nya suruh di hapus. ga gitu juga cara nya mematikan rezeki anak anda," ucap netizen.
Berita Terkait
-
Nikita Mirzani Ribut dengan Lolly, Mantan Suami: Saya Tahu Dia Ibu yang Bertanggungjawab
-
Janda 4 Kali, Nikita Mirzani Sebut Dirinya Tipe Istri Nurut Suami Meski Dipukuli Pilih Diam
-
Kembali Rujuk? Video Arya Saloka Memelas, Tak Rela Ditinggal Putri Anne Lama-Lama Viral
-
Mami Eda Bongkar Kebohongan Anak Nikita Mirzani Soal Tas Mewahnya: Hermez Palsu
-
Profil Mami Eda, Orang Tua Angkat Lolly yang Pamer Gaji Rp 32 Juta
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
Terkini
-
Viral Pelayanan Jutek di Puskesmas Cisarua, Ini Respons Pimpinan
-
Persib vs PSM Makassar: 6 Poin Penting Pesan Pak Haji Umuh untuk Jaga Tahta Klasemen
-
3 Rekomendasi Sepatu Lokal Terbaik Januari 2026, Kualitas Premium Cuma 300 Ribuan
-
'Satu Foto Sejuta Cerita' Dedie A. Rachim Terpukau oleh Karya Jurnalistik di APFI 2026
-
4 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaik untuk Bapak-Bapak di Mei 2026
-
Long Weekend Makin Nyaman, BSB Cash Bank Sumsel Babel Jadi Andalan Pengguna Tol dan LRT
-
Gaya 'Old Money' dengan Sepatu Lari Lokal: 5 Brand yang Tampil Mewah Tanpa Logo Mencolok
-
Waspada Hantavirus! Banten Pernah Catat 1 Kasus, Pintu Masuk Internasional Dijaga Ketat
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
Dedi Mulyadi Ingin Kembalikan Kawasan Batutulis Bogor Jadi Area Hijau dan Sejarah