/
Selasa, 17 Oktober 2023 | 20:23 WIB
Mirna Salihin dan Sandy Salihin. (Instagram/made_s88)

Tayangnya film dokumenter "Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso" membuat pendapat publik banyak yang berubah. Tak sedikit pihak yang ragu Wayan Mirna Salihin tewas karena sianida.

Keraguan tersebut muncul setelah diungkap bahwa sianida di tubuh Wayan Mirnda hanya sejumlah 0,2 miligram/liter. Itu pun ditemukan tiga hari setelah Wayan MIrna meninggal dunia.

Terkait hal ini, Sandy Salihin selaku kembaran Wayan Mirna memberikan pembelaan. Dia membagikan bukti berupa kesaksian pakar toksikologi forensik asal Australia Michael Robertson.

Michael Robertson sebelumnya menjadi saksi dalam persidangan kasus kopi sianida Wayan Mirna. Dia menjelaskan penyebab sianida di tubuh Wayan Mirna hanya ada 0,2 miligram/liter.

"Tentunya formalin akan masuk ke dalam aliran darah dan menyingkirkan sianida yang ada dalam aliran darah, mungkin tergantung berapa banyak (formalin) yang masuk ke hati, saya tidak tahu," ujar Michael Robertson dikutip dari unggahan Sandy Salihin, Selasa (17/10/2023).

"Formalin, bahkan dalam jangka waktu yang pendek akan menguraikan sianida," tegasnya ketika ditanya oleh jaksa, apakah formalin bisa menguraikan sianida atau tidak.

Saat ini publik meyakini bahwa Jessica Wongso mungkin bukan pembunuh Mirna dan diperlakukan secara tak adil. Namun tidak sedikit yang tetap yakin bahwa Jessica bersalah dan kuasa hukumnya sedang berusaha menggiring opini publik dengan dokumenter Ice Cold.

"Yang bucin Jessica rata-rata malas nonton sidang berjilid-jilid, cuma modal podcast yang ada dr. Djaja doang.. Otak lo nggak dipake ya wahai netizen Gen Z," ujar salah sau akun.

"Kalian netizen sudah dibanjiri seribu fakta sangat banyak tapi tetap bebal. Terlalu keras kepala sama pendirian kalian berdasarkan TikTok saja. Sekarang fakta sudah banyak, buka mata, pikiran, otak kalian lebar-lebar," komentar yang lain. (Chusnul Chotimah)

Baca Juga: Bunda Corla Murka dengan Komentar Netizen Pasca Operasi Plastik: Aku Ini Anak Medan!

Load More