SuaraTasikmalaya.id – Pasca kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang pada Sabtu, 1 Oktober 2022, Manajemen Arema FC menyampaikan duka cita dan permohonan maaf.
“Arema FC menyampaikan duka mendalam atas musibah di Kanjuruhan. Manajemen Arema FC turut bertanggung jawab untuk penanganan korban, baik yang telah meninggal dunia dan yang luka-luka,” kata Abdul Haris Ketua Panpel Arema FC, 2 Oktober 2022.
Bahkan pihaknya akan membentuk Crisis Center atau Posko Informasi korban untuk menerima laporan dan penanganan korban yang dirawat di rumah sakit.
“Manajemen Arema FC juga akan membentuk Crisis Center atau posko informasi yang menghimpun dan menerima laporan untuk penanganan korban yang dirawat di rumah sakit," kata Abdul Haris.
Abdul Haris pun menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga korban tragedi yang saat ini telah menjadi sorotan internasional itu.
"Kepada keluarga korban, manajemen Arema FC memohon maaf yang sebesar besarnya, serta siap memberikan santunan. Manajemen Arema FC siap menerima saran masukan dalam penanganan pasca musibah agar banyak yang diselamatkan," kata Abdul Haris.
Seperti yang diketahui, kericuhan tadi malam tersebut bermula saat ribuan suporter Aremania merangsek masuk ke area lapangan, setelah Arema FC mengalami kekalahan dalam lanjutan Liga-1 2022-2023 dari tamunya Persebaya Surabaya.
Sementara setelah pertandingan usai, Persebaya langsung meninggalkan lapangan dan Stadion Kanjuruhan menggunakan empat mobil Polri, barakuda.
Kerusuhan tersebut semakin membesar saat sejumlah flare dilemparkan termasuk benda-benda lainnya baik ke arah lapangan maupun kepada petugas keamanan.
Baca Juga: Kronologi dan Penyebab Tragedi Berdarah Laga Arema vs Persebaya di Malang Tewaskan 127 Orang
Petugas keamanan gabungan dari kepolisian dan TNI berusaha menghalau para suporter yang masuk ke dalam stadion.
Petugas keamanan yang kalah jumlah dengan ribuan suporter Arema FC, kemudian menembakkan gas air mata dari dalam lapangan.
Tembakan gas air mata tersebut membuat banyak suporter berlarian hingga pingsan dan sulit untuk bernafas.
Banyaknya suporter yang pingsan, membuat area dalam stadion semakin mencekam.
Banyak suporter Arema FC yang membutuhkan bantuan medis, namun banyaknya tidak sebanding dengan jumlah tenaga medis yang disiagakan di Stadion Kanjuruhan.
Hingga saat ini sebanyak 129 orang dilaporkan meninggal dunia dalam tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pasca pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya itu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Karhutla Hanguskan 40 Hektare Lahan di Palangka Raya
-
50 Persen Pengaduan di Jateng Isinya Sama: Perusahaan Nekat Tahan Ijazah Mantan Karyawan
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus