/
Selasa, 04 Oktober 2022 | 08:52 WIB
Mahfud MD sampaikan bentuk tim TGIPF tragedi Kahunjuran, salah satu hasil dari rapat koordinasi bersama beberapa pihak yang terkait pada Senin (3/10/2022). (suara.com)

SuaraTasikmalaya.id – Pemerintah pusat akhirnya bereaksi melalui rapat koordinasi (rakor) yang digelar oleh Mahfud MD dengan beberapa pihak untuk membahas terkait kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, pada Sabtu (1/10/2022), yang mengakibatkan 127 orang meninggal.

Diketahui, rakor ini merupakan suatu bentuk tindaklanjut atas intruksi dari Presiden Joko Widodo untuk mengungkap banyak hal dalam tragedi Kanjuruhan, yang digelar oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD bersama Menko PMK, Menteri Kesehatan, Menpora, Mendagri, Menteri Sosial, Panglima TNI, Kapolri, KONI dan PSSI di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Senin (3/10/2022) kemarin.

Mahfud MD pun mengatakan hal ini dilakukan sebab Indonesia menjadi negera ketiga di dunia atas korban jiwa terbanyak dalam tragedi sepak bola, sehingga perlu adanya tindakan yang sangat serius untuk menyelesaikan kasus ini.

“Negera terbesar ketiga di dunia yang persepakbolaannya memakan korban terbesar di dunia,” kata Mahfud MD pada konferensi pers, Senin (3/10/2022). 

Menindaklanjuti secara serius kasus terkait tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022). Adapun 5 gerakan dari hasil rakor yang disampaikan Mahfud MD sebagai berikut:

1. Pembentukan Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF)

“Untuk mengungkap kasus atau peristiwa Kanjuruhan yang terjadi pada tanggal 1 Oktober 2022, pemerintah membentuk tim gabungan independent pencari fakta atau TGIPF,” ujar Mahfud MD di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Senin (3/10/2022) dikutip dari Antara.

"Pemerintah membentuk Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) yang akan dipimpin langsung oleh Menko Polhukam yang keanggotaannya akan ditetapkan paling lama dalam 24 jam ke depan," kata Mahfud MD.

Mahfud MD membentuk Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) beserta selaku pemimpin tim tersebut dengan anggotanya yang melibatkan unsur pejabat atau perwakilan kementerian terkait, organisasi profesi olahraga sepak bola, pengamat, akademisi dan media massa.

Baca Juga: Darah Brigadir J Membekas di Istana, Kuasa Ferdy Sambo dan Dorongan Amplop ke Kementrian

2. Polri Diminta Ungkap Pelaku dan Evaluasi Penyelenggaraan Keamanan di TKP

Menko Polhukam Mahfud MD meminta kepada Polri dalam beberapa hari ke depan untuk segera menemukan pelaku terkait tragedi Kanjuruhan.

“Diminta kepada Polri agar dalam beberapa hari ke depan ini segera mengungkap pelaku yang terlibat tindak pidana. tentunya supaya segera diumumkan siapa pelaku pidana dari ini yang sudah memenuhi syarat untuk segera ditindak dan diminta agar Polri melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan keamanan di daerah setempat,” kata Mahfud MD.

3. Panglima TNI Diminta Tindak Tegas pada Oknum TNI Terlibat 

Juga Mahfud MD minta kepada Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa untuk bertindak tegas dan menemukan oknum TNI yang berlaku serta bertindak berlebihan di luar kewenangan.

“Kepada Panglima TNI, juga diminta melakukan tindakan cepat sesuai dengan aturan yang berlaku, karena di dalam video-video yang beredar. Ada juga TNI yang nampaknya melakukan tindakan berlebih dan di luar kewenangannya, apakah video itu benar atau tidak, Panglima TNI akan segera meneliti dan mengumumkannya kepada kita semua," ucap Mahfud.

4. Biaya Perawatan Korban Tragedi Kanjuruhan Ditanggung Pemerintah

Mahfud MD juga memastikan bahwa biaya perawatan para korban tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, ditanggung oleh negara.

“Menteri Kesehatan diminta melakukan atau memberikan pelayanan kesehatan dengan tidak dulu mempersoalkan biaya biar negara yang urus seluruh (biaya) perawatan bagi yang sakit, yang masih dirawat dan sebagainya, perlu obat ini, obat itu, perlu rumah sakit ini, rumah sakit itu,” ujar Mahfud MD.

Dengan demikian, perawatan terhadap para korban dapat dilakukan dengan baik, termasuk di dalamnya diberikan pula perawatan pemulihan trauma (trauma healing).

5. Pemerintah Memberikan Santunan kepada Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan

Terakhir, Mahfud MD mengatakan bahwa pemerintah juga akan memberikan santunan sosial kepada seluruh korban tragedi Kanjuruhan.

“Pemerintah akan segera menyusulkan santunan sosial yang nanti akan dilakukan dalam satu atau dua hari ke depan tentang bentuk dan segala macam jenisnya,” kata Mahfud MD.

Load More