SuaraTasikmalaya.id - Nikita Mirzani, artis kontroversial yang tak lepas dari sorotan publik.
Dianggap selebritis yang kerap memberikan komentar pedas terhadap banyak orang, membawa Nikita Mirzani mesti kembali berurusan dengan kepolisian.
Buntut dilaporkannya Nikita Mirzani oleh Dito Mahendra atas kasus pencemaran nama baik dan UU ITE, membuat selebritis 36 tahun ini kini kembali di tahan.
Nikita Mirzani ditahan di Rutan Kelas IIB Serang setelah resmi ditetapkan sebagai tersangka setelah dilaporkan ke Polres Serang Kota pada 16 Mei 2022.
Seolah tak gentar dengan apa yang terjadi terhadapnya, Nikita Mirzani kini berusaha untuk tetap tegar.
Apalagi mengingat jika tak sedikit pula orang yang mendukung Nikita Mirzani, terutama Fitri Salhuteru, wanita yang selalu ada saat sahabatnya itu dalam masalah.
Namun, sayangnya kini Fitri Salhuteru menyampaikan jika dirinya kini tengah berada di Korea dan tak bisa menemani Nikita Mirzani yang sudah dianggapnya sebagai adik sendiri.
Kendati demikian, Fitri Salhuteru juga tetap memberikan dukungan dan memantau perkembangan kasus Nikita Mirzani.
"Selamat siang dari Korea, terimakasih untuk teman-teman smua yang sudah mendoakan Nikita. Nikita baik-baik saja," kata Fitri Salhuteru dikutip dari Instagram Story @fitri_salhuteru.
Baca Juga: Tes Psikologi: Cari Tahu Apa yang Dibutuhkan Jiwa dan Batin Anda Saat Ini
Melalui akun media sosialnya, Fitri Salhuteru menyampaikan jika sebenarnya dirinya telah mengetahui jika hal ini akan terjadi kepada Nikita Mirzani.
"Sesunggahnya saya dan Nikita sudah tau dan sudah bisa memprediksi bahwa hal ini akan terjadi terhadap Nikita. Lagi-lagi Nikita dikriminalisasi," kata Fitri Salhuteru.
"Tetapi ga apa-apa Nikita akan kuat dan sanggup melalui proses hukum yang sedang dia hadapi," tambahnya.
Fitri Salhuteru juga menyinggung bagaimana kasus Dito Mahendra yang melaporkan Nikita Mirzani ke kepolisian.
Pasalnya Dito Mahendra diduga melakukan penganiayaan dan juga penyekapan, hanya saja kasusnya belum dikemukakan ke publik oleh pihak kepolisian.
"Saya hanya ingin melihat, bagaimana kasus saudara yabg melaporkan Nikita di Polres Jakarta Selatan, apakah akan diperlakukan sama seperti Nikita, atau polisi tidak peduli dengan apa yang terjadi atas kasus penyekapan saudara Lemon di Jakarta Selatan," ucapnya.
"Saya ingin tau sejauh mana polisi bersikap tegas yang katanya tidak pernah atau hukum tidak tebang pilih," tambahnya. (*)
Sumber: Instagram @fitri_salhuteru
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor
-
Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi
-
Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu
-
InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara
-
InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia
-
Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar