SuaraTasikmalaya.id – Baru-baru ini beredar video viral sekaligus membuat heboh publik soal aksi pencopotan label Gereja oleh beberapa oknum dari tenda pengungsian gempa di Cianjur, Jawa Barat.
Sebelumnya dikabarkan telah terjadi gempa berkekuatan 5,6 Magnitudo menggoyang daerah Cianjur yang mengakibatkan ratus nyawa orang melayang.
Mengetahui kabar duka yang mendalam tersebut, banyak relawan dan orang dengan hati nurani yang baik mau memberi bantuan kepada korban gempa Cianjur.
Di samping kabar duka yang menyelimuti warga Cianjur, sayangnya ada peristiwa yang membuat publik nampak geram dan kesal.
Sekelompok Oknum Copot Nama Gereja
Terlihat dalam sebuah video yang heboh dan viral di media sosial, terekam sekelompok oknum yang sedang mencopot papan nama Gereja Reformed Injili Indonesia yang terpasang pada tenda bantuan korban gempa Cianjur.
Video aksi pencopotan nama Geraja Reformed Injili Indonesia itu diposting ulang oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.
Ketika aksi copot papan nama Geraja Reformed Injili Indonesia dilakukan, seorang perekam video tersebut sambil mengatakan “pembongkaran” dengan nada tertawa.
Bahkan terdengar seolah ada yang merespon dengan mengatakan kata tak semestinya “hancurkan” dengan nada teriak dan tegas
Hingga pada akhirnya aksi yang dinilai tak terpuji dalam video tersebut sempat menjadi trending topik di Twitter dengan kata kunci ‘Gereja’.
Baca Juga: Bongkar Aib Vicky Prasetyo, Dewinta Bahar: Dia Kirim Foto Syur, Nyuruh Aku untuk...
Mengetahui aksi tak terpuji tersebut, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil akhirnya ikut angkat bicara dan menanggapi aksi tersebut.
"Sangat disesalkan dan tidak boleh terulang lagi," kata Ridwan Kamil, dikutip dari Instagram pribadinya, Senin (28/11/2022).
Enam Poin Disampaikan Ridwan Kamil Soal Aksi Tersebut
Adapun enam poin penting yang disampaikan oleh Ridwan Kamil terkait aksi pencopotan label Gereja Reformed Injili Indonesia tersebut.
Pertama, bencana ini datang tidak pilih-pilih dan pastinya mendampaki semua orang, semua pihak, dan semua golongan di Cianjur tercinta ini.
Kedua, yang membantu bencana pun datang tidak pilih-pilih, datang dari semua pihak, dari semua golongan, kelompok, apapun keyakinan atau agamanya.
Ketiga, berdirinya bendera, spanduk, baliho, stiker dari para pemberi bantuan adalah hal wajar.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal
-
Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?
-
Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan
-
Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim
-
Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman
-
Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus
-
Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah
-
30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?
-
Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027
-
Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!