Maula Akbar bukanlah anak kandung Dedi Mulyadi dan Anne Ratna Mustika.
Ibu Maula Akbar meninggal saat ia masih kecil, kemudian Dedi Mulyadi memutuskan menikah dengan Anne Ratna Mustika.
Sosok Anne adalah pengganti dari ibu Maula Akbar yang selama ini membesarkannya.
Maula Akbar adalah anak Dedi Mulyadi yang lahir pada tahun 1999.
Saat ini Maula Akbar telah berusia 23 tahun, ia tumbuh menjadi sosok laki-laki kuat dan tampan.
Kang Dedi Mulyadi mengaku telah membuat putra pertamanya, Maula Akbar trauma karena didikannya.
Seperti diketahui belakangan ini kehidupan Maula Akbar tengah menjadi sorotan usai Dedi Mulyadi beberkan fakta ibu kandung Maula Akbar yang ternyata bukan Anne Ratna Mustika alias Ambu Anne.
Maula Akbar merupakan putra sulung Dedi Mulyadi dari istri pertamanya, Sri Mulyawati yang sudah meninggal ketika A Ula menginjak usia 3 bulan.
Hal ini Kang Dedi Mulyadi ungkap dalam sebuah video di kanal Youtubenya Kang Dedi Mulyadi Channel bersama dengan sang sulung, Maula Akbar.
Baca Juga: Sumsel Kembangkan Green Infrastruktur, Upaya Ciptakan Kawasan Ramah Lingkungan
Di tengah perbincangan itu, Kang Dedi Mulyadi menceritakan berbagai pengalaman hidup Maula Akbar dengan segala karakter yang dikenalnya sebagai seorang ayah.
Salah satunya, Kang Dedi Mulyadi mengungkap jika Maula Akbar trauma padanya karena sering memarahi putra sulungnya bukan sebagai anak.
"Saya juga sering marahi dia," ujar Kang Dedi.
Misalnya, Kang Dedi marah pada A Ula, sapaan akrab Maula Akbar, ketika dirinya disuruh namun menyuruh lagi orang lain dalam melakukan suatu hal.
"Kenapa sering marahi dia? misalnya kalo saya suruh, aa nyuruh lagi, selalu saya tegur itu gak boleh," kata Kang Dedi.
Akhirnya, karena sering marahi A Ula, Kang Dedi Mulyadi menyadari jika dirinya telah membuat sang anak trauma.
"Dan akhirnya sekarang ada sedikit trauma," ujar Kang Dedi.
Selain itu, Kang Dedi juga mengaku sering memberi banyak tekanan pada A Ula. Namun, tekanan itu bukan dilakukan sebagai anak, namun sebagai kader.
"Saya sering beri tekanan-tekanan pada dia sebagai kader bukan hanya sebagai anak untuk bisa menyelesaikan berbagai masalah semuanya," beber Kang Dedi.
"Dan tekanan-tekanan itu melahirkan, jujur saja, ada sedikit trauma pada dia," ungkapnya.
Kang Dedi Mulyadi selalu memberi tekanan pada A Ula melalui telfon. Dia mengaku jika dirinya mengadopsi pola pendidikan militer.
"Saat ditelfon sama ayahnya, ayahnya selalu memberikan tekanan. Karena polanya saya selalu pola pendidikan militer," ucap Kang Dedi. (*)
(*)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung