/
Rabu, 07 Desember 2022 | 19:03 WIB
Ferdy Sambo saat di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J. (Suara.com/Yosea Arga)

SuaraTasikmalaya.id - Ferdy Sambo benar-benar tidak percaya jika istrinya, Putri Candrawathi menjadi korban dugaan pemerkosaan yang dilakukan ajudannya sendiri, mendiang Brigadir J.

Selama ini, Ferdy Sambo mengatakan dirinya ditelepon malam-malam oleh sang istri. 

Saat kasus dugaan pembunuhan mencuat, Ferdy Sambo menutup rapat apa yang dikatakan sang istri saat menelpon dirinya.

Namun di pengadilan, Ferdy Sambo akhirnya mengungkap semua apa yang dikatakan sang istri tentang dugaan perkosaan yang diduga dilakukan mendiang Brigadir J.

Terdakwa Ferdy Sambo secara perlahan dan jelas mengatakan kepada hakim, tentang cerita istrinya, Putri Candrawathi saat mengalami pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J di Magelang, Jawa Tengah pada 7 Juli lalu.

Ketika itu kata Ferdy Sambo, Putri menceritakan semua yang terjadi tentang peristiwa di rumah Saguling, Duren Tiga, Jakarta Selatan sepulang dari Magelang. 

Pakar mikro ekspresi membaca makna Putri Candrawati yang memeluk Ferdy Sambo. Satu orang saksi yang juga masih di internal kepolisian memberi pengakuan yang saat itu sama sekali tidak diperhitungkan F (sumber: ANTARA News)

Ketika itu Putri dikatakan Ferdy Sambo, sambil menangis menceritakan jika mendiang Brigadir J telah memasuki kamarnya.

Saat itu posisi Putri dikatakan Ferdy Sambo sedang tidur, dan kemudian Brigadir J sudah ada di kamar.

Ketika itu kata Ferdy Sambo, jika istrinya mengatakan, Brigadir J mengancam Putri dan langsung melakukan pemerkosaan.

Baca Juga: Royal Ambarrukmo Kerahkan 100 Staf Berpengalaman di Pernikahan Kaesang-Erina

"Kurang ajar seperti apa Yosua yang kamu telepon semalam?" kata Ferdy Sambo bertanya pada istrinya ketika itu.

Putri kemudian menangis, dan mengatakan jika mendiang Brigadir J masuk ke dalam kamar.

"Istri saya kemudian nangis, Yang Mulia. Dia ceritakan bahwa Yosua masuk ke kamar," ucap Ferdy Sambo menceritakan kejadian di Saguling.

"Dia (Putri Candrawathi) dalam kondisi tidur," kata Ferdy Sambo. 

"Istri saya tidur, kemudian tiba-tiba Yosua sudah ada di depan istri saya, Yang mulia," katanya. 

Ketika itu, Putri mengatakan dirinya kaget lantaran ada Brigadir J di hadapannya.

"Istri saya (Putri Candrawathi) kemudian kaget, tapi kemudian Yosua mengancam, Yang Mulia," kata Sambo.

Di sanalah, kata Ferdy Sambo, jika istrinya mengaku diperkosa oleh mendiang Brigadir J.

"Kemudian istri saya (Putri Candrawathi) menyampaikan, dia (mendiang Brigadir J) kemudian melakukan (diduga) perkosaan terhadap istri saya," sambungnya.

Mendengar cerita itu dari istrinya, Ferdy Sambo lantas mengaku kaget. 

Tentang dugaan pelecehan itu, Ferdy Sambo tidak percaya itu terjadi. Ferdy Sambo tak menyangka peristiwa yang menimpa Putri sangat fatal.

"Saya kaget (istri diperkosa) Yang Mulia. Saya tidak berpikir akan fatal seperti itu kejadiannya," ucapnya. 

"Seandainya saya diceritakan malam, pasti saya akan lakukan upaya untuk mengamankan istri saya. 'Sayang, kok bisa seperti itu?', 'dia masuk kemudian mengancam saya, saya dalam kondisi sakit'," ucap Sambo.

Dikatakan Ferdy Sambo, setelah memberi ancaman, mendiang Brigadir J dikatakannya langsung memperkosa Putri Candrawathi. 

Setelah pemerkosaan terjadi, Brigadir J langsung menghempaskan tubuh Putri Candrawathi. (*)

Load More