SuaraTasikmalaya-Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Majalengka bersama Bea dan Cukai Cirebon menggerebek sejumlah toko kelontongan yang menjual rokok ilegal di wilayah Kabupaten Majalengka, Senin, 12 Desember 2022 malam.
Kali ini operasi pemberantasan barang kena cukai ilegal hasil tembakau ini, menyasar para pedagang grosir di wilayah Kecamatan Majalengka, Cigasong, Jatiwangi, Ligung dan Palasah.
Bukan hanya para pedagang, tim yang beranggotakan beragam instansi ini melakukan razia di gudang jasa ekspedisi pengiriman barang di area kecamatan Majalengka. Alhasil, dari penggeledahan itu petugas berhasil menyita 18.940 batang rokok yang belum berpita cukai.
Kasatpol PP Majalengka Rachmat Kartono, S.STP., M.Si dalam siaran persnya menjelaskan, dasar hukum pelaksanaan penertiban ini berdasarkan keputusan Bupati Majalengka nomor DG.01.02/KEP.481-EKBANG/2022. Hal ini tentang pembentukan tim operasi bersama pemberantasan barang kena cukai ilegal di kabupaten Majalengka tahun 2022.
"Kalau target operasi kita malam ini, sasarannya di beberapa toko yang ada di kecamatan di wilayah Kabupaten Majalengka. Meliputi kecamatan Majalengka, Cigasong, Jatiwangi, Ligung dan Palasah. Termasuk gudang jasa ekspedisi pengiriman barang pun kita bidik,"kata mantan Kepala Bagian Prokompim Setda Majalengka ini.
Mengenai hasil dari razia ini, lanjut dia, pihaknya berhasil melakukan penyitaan ke beberapa warung klontongan, kios-kios, toko grosir dan tempat lainnya.
"Rokok ilegal yang berhasil kita amankan itu berjumlah 18.940 batang dan bernilai puluhan juta rupiah. Barang sitaan ini, kemudian dibawa langsung ke kantor Bea & Cukai Kanwil Cirebon, untuk keperluan pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut,"tegasnya.
Masih dijelaskan Rachmat, terbongkarnya peredaran rokok ilegal dalam razia ini bermula dari tim yang terdiri dari Tim Satpol PP dan Damkar Majalengka, Tim Pelaksana Pemeriksa Kanwil Bea dan Cukai Cirebon, unit Intel Kodim 0617/Mjl dan para anggota tim gabungan lainnya.
Barisan satuan tugas ini merazia sejumlah toko atau warung yang ditenggerai menjual rokok ilegal.
Namun dalam praktiknya itu tidak berjalan mulus. Ada beberapa pemilik toko yang sempat menolak dan membantah jika berjualan rokok ilegal.
Baca Juga: Garang Bareng Maroko di Piala Dunia 2022, Sofyan Amrabat Didukung sang Kakak Gabung PSG
Akan tetapi petugas, sambung dia, tidak langsung percaya begitu saja, tanpa melakukan penggeledahaan dan akhirnya menemukan barang bukti rokok ilegal tanpa pita cukai, senilai puluhan juta rupiah. Yang disembunyikan dengan cara beragam oleh pemilik toko.
"Ada beberapa pemilik warung yang mengelak dan membantah berjualan rokok ilegal, dengan alasan yang berbelit belit,"ucapnya.
Namun pihaknya menaruh curiga dengan alasan itu, dan langsung melakukan pemeriksaan hingga akhirnya ditemukan beberapa slop rokok ilegal yang disembunyikan secara rapi. Jika digabung hasil razia di beberapa tempat itu, jumlah sangat banyak.
"Kalau proses hukum bagi para penjual atau pemilik rokok yang terbukti berjualan itu, kami akan menyerahkan sepenuhnya ke petugas bea cukai Cirebon,"tutupnya.
Terpisah, Bupati Majalengka Dr H Karna Sobahi, M.MPd menjelaskan, bahaya rokok tanpa cukai, tidak hanya merugikan penerimaan negara, namun juga terhadap kesehatan.
"Kita tidak tahu uji laboratorium dan kandungannya seperti apa. Sehingga, ini sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat,”kata mantan Wakil Bupati Majalengka dua periode ini.
Pihaknya akan memerintahkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, agar terus masif melakukan pengawasan, pembinaan dan monitoring. Untuk terus mengedukasi masyarakat selaku konsumen dan para pedagang agar memahami ciri-ciri dan bahaya dari rokok ilegal.
"Kami juga meminta kepada seluruh lapisan masyarakat, untuk ikut serta membantu pemerintah dalam menekan peredaran rokok ilegal dengan tidak membeli rokok tanpa cukai, sebab itu melanggar hukum," tutupnya. (*).
Berita Terkait
-
Sempat Tertinggal, Inilah Rahasia Dibalik Kemenangan Persib Vs Persibaya
-
Akankah Persebaya Nodai Rekor Mentereng Luis Milla di Persib ?
-
KPU Majalengka Akan Pungut 10 Besar Calon Anggota PPK Pemilu Serentak 2024, dalam Tes Wawancara
-
Kisah Playboy Asal Majalengka yang Klaim Nikah 88 Kali Ramai Disorot Media Asing
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Buka-bukaan Robi Darwis Ungkap Alasan Tinggalkan Persib Demi Gabung Arema FC
-
Drama Sepak Bola Korsel: dari Kritik Pemain hingga Pelatih yang Kabur!
-
Rencana Kemasan Rokok Polos Tuai Protes, Dinilai Rugikan Petani dan Industri Tembakau
-
Tak Cukup Disiram dari Udara, Petugas Gunakan Metode Suntik Air ke Dalam Gunungan Sampah TPA
-
Bulog Dukung Gerakan Tanam Padi Serentak di Kawasan Cetak Sawah Merauke
-
Pemain Judi Online Terbanyak se-Indonesia Ada di Kabupaten Bogor
-
Bhinneka Run 2026 Sukses Besar di TMII, 3500 Pelari Rayakan Keberagaman
-
Persib Bandung Menggila, Gakuto Notsuda dan Ragnar Oratmangoen Resmi Gabung
-
Saat Sains Jadi Fondasi Kecantikan, Riset di Balik Produk yang Dipakai Jutaan Orang
-
The Affair Is Not the Problem Tayang Juli, Ungkap Rahasia Besar Keluarga