TasikmalayaSuara – Hujan deras yang mengguyur kawasan Selatan Garut menyebabkan terjadnya longsor dan banjir serta sejumlah jembatan rusak di Kecamatan Bungbunglang, Pamulihan, dan Pakenjeng Kabupaten Garut.
Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut Satria Budi bencana hujan diikuti dengan banjir dan longsor terjadi pada Jumat, 20 Januari 2023.
Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan sejumlah saluran air di Kawasan Garut Selatan meluap.
BPBD Kabupaten Garut mencatat, daerah yang dilanda bencana, diantaranya di Kecamatan Bungbulang sebanyak tujuh rumah warga yang tergenang air karena luapan dari drainase, namun akhirnya air cepat surut, dan tidak ada korban jiwa.
"Untuk banjir di Bungbulang ada tujuh rumah, itu disebabkan drainase, airnya meluap karena sampah," ujar Satria seperti diberitakan Antara.
Selain banjir, kata Satria, ada juga Jembatan Waralayan di Gunamekar, Kecamatan Bungbulang yang rusak diterjang luapan air sungai, akibatnya warga tidak bisa memanfaatkan akses jembatan tersebut.
Ia juga menyebutkan ada lagi jembatan yang rusak atau terjadi pergeseran di Pamulihan yang saat ini sedang dilakukan pengecekan terkait tingkat kerusakannya.
"Jembatan itu karena sudah lama, jadi ke bawah mendekati air, ketika air naik baru kehantam," katanya. Ia menambahkan hujan deras di wilayah selatan juga telah menyebabkan sejumlah daerah terjadi longsor seperti di Pakenjeng, namun longsorannya kecil dan tidak mengganggu akses jalan.
Masyarakat, kata dia, secara bergotong royong sudah membersihkan material longsoran tanah yang menimpa di lingkungannya itu.
Baca Juga: Setelah Mykhaylo Mudryk, Chelsea Tebus Noni Madueke dari PSV dengan Mahar Rp573 Miliar
"Longsor di Pakenjeng, jalan desa, namun sudah selesai ditangani masyarakat secara mandiri," katanya.***
Tag
Berita Terkait
-
Tragis! 2 Orang Tewas Tertimbun Longsor di Bekas Tambang Emas di Madina
-
Wahai Warga Jaksel! BMKG Minta Waspadai Banjir Imbas Potensi Cuaca Ekstrem
-
Hujan Semalaman, Palembang Kembali Langganan Banjir
-
Potensi Banjir dan Tanah Longsor, 5 Wilayah di Kaltim Alami Hujan Lebat dan Petir
-
Cegah Banjir di Kembangan, Heru Budi Minta Jajarannya Bangun Tanggul Sepanjang 1,4 Kilometer
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
Terkini
-
Guna Hemat Anggaran, Pemkab Bogor Resmi Setop Kebijakan Sewa Kendaraan Dinas
-
Warga Dukung MBG Demo di DPRD Sumsel, Siapa Sebenarnya Massa yang Turun ke Jalan?
-
Lebih dari Sekadar Panutan: Cara Anak Sulung Mengembangkan Diri Bersama di Persulungan
-
Kasus Penyekapan di Bandung, Komnas Perempuan Sebut Ada Kekerasan Berbasis Gender yang Ekstrem
-
Menurut Feng Shui, Lukisan Sebaiknya Dipajang di Mana? Ini Lokasi yang Bisa Bikin Hoki
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026
-
Kejari Tangsel Bongkar Dugaan Korupsi di Pegadaian, Kepala Unit Layanan Syariah Jadi Tersangka
-
Ekspor Mobil Buatan Indonesia Tancap Gas, Naik 31,4 Persen
-
Rupiah Meriang Lagi! Ditutup ke Level Rp17.859 per Dolar AS
-
Menakar Kontrol Sosial Masyarakat Modern Lewat Kasus Penyekapan di Bandung