SuaraTasikmalaya.id-Nikah massal di Pondok Pesantren Miftahul Huda 2 Desa Bayasari Kecamatan Jatinagara Kabupaten Ciamis berlangsung meriah. Bahkan unik, sebab panitia mengusung konsep berebda bahkan agak tak lazim.
Acara nikah tersebut mengundang heran para netizen sebab diunggah di akun tikok @matahari_miftahulhudaii karena mengunggah video mobil bertuliskan tahanan dan anggota mirip Brimob sedang menyandera tahanan berbaju orange.
Lucunya lagi dalam mobil tahanan itu diisi dengan calon pengantin pria dan bertuliskan mobil tahanan mertua.
Ternyata mobil Brimok itu adalah kepanjangan Brigade Mobil Pondok. Panitia ingin menampilkan konsep berbeda dalam pernikahan massal yang merupakan agenda tahunan ini.
Namun para netizen sempat kecele melihat video tersebut, mereka mengira ada mobil birmob masuk pesantren.
"hah nikah massal tapi ko ada polisi dan Brimob ?." tulis Arie**
"mobil tahanan mertua, mobil brimok, sama merk cameranya calo, Tulis Queen_taasal**
Itulah komentar para netizen
Menurut Ketua Yayasan Yayasan Pondok Pesantren Miftahul Huda 2, KH Nonop Hanafi, pernikahan massal santri ini diikuti 10 pasangan santri. Sebelumnya mereka telah melalui proses khitbah dan perkenalan yang direstui orangtua.
Baca Juga: Menjadi Satu di antara Bulan Mulia, Ustadz Khalid Basalamah Uraikan Amalan di Bualan Rajab
"Ini merupakan agenda tahunan kami, sekali lagi kami ingin meluruskan bukan dijodohkan dengan paksaan tapi mereka sudah memilih jodonya masing-masing.
Prosesi akad nikah yang dimulai pukul 08:00 WIB berlangsung semarak mereka diarak keliling pesantren, ribuan santri dan para orangtua menghadiri prosesi itu.
Akad nikah menggunakan bahasa Arab, bahkan untuk mas kawin pada nikah massal ini masing-masing sebesar 25 gram.
“Sebelumnya itu, ada 2 pasangan, kemudian 3 pasangan, lalu 6 pasangan, selanjutnya 8 pasangan dan saat ini 10 pasangan,” katanya.
Menurutnya, nikah massal ini bagi para santri yang sudah purna atau kelasnya sudah Ma’had Ali. Intinya para santri ini telah melakukan proses pendidikan di pesantren.
Para pengantin, lanjut dia, semuanya sudah menjadi ustad atau ustazah. Mereka sudah lama melaksanakan pengabdian di Ponpes Mitfathul Huda 2.
Berita Terkait
-
Pernikahan Kembar Tiga Mempelai Wanita, Warganet Khawatir Takut Tertukar
-
Rumah Makan Ampera Bandung Pernah Kebakaran Tahun 2017 pada Bulan Januari, 2023 Terbakar Lagi Pada Bulan yang Sama, Pemiliknya Bilang Begini
-
Gempa Pangandaran M 4,5, Guncangan Terasa di Tasik, Garut Hingga Ciamis
-
Video Kondisi Garut Saat Diguncang Gempa pada Sabtu Sore, Warga Panik Berhamburan Keluar
Terpopuler
Pilihan
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
Terkini
-
Beban Anak Bungsu Merawat Orang Tua: Tradisi atau Ketidakadilan?
-
6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
-
Apakah Smart TV Bisa Tanpa WiFi? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Layar Jernih 32 Inch
-
ILLIT Rangkul Identitas Diri dan Potensi Tak Terbatas Lewat Lagu Not Me
-
Pilih Mana? Ini Perbedaan Harga, Spesifikasi, dan Fitur Mitsubishi Xpander vs Xpander Cross 2026!
-
Seni Mencintai dengan Waras di Buku Closer to Love Karya Vex King
-
Diskon Opsen Turun, Harga LCGG Daihatsu Berpotensi Naik Hingga Rp 8 Juta
-
Usai 'Dikeroyok' Sentimen Negatif, IHSG Jadi Indeks Berkinerja Paling Buruk di Dunia
-
Lebih Murah dari M6 dan Cloud EV, Harga Mobil Listrik Polytron Mulai Berapa?
-
Perjalanan Cinta EJAE dan Sam Kim: Dari Rekan Kerja Hingga Pelaminan