Tekad dan semangat Arday membuatnya bisa menempuh pendidikan dan berkuliah.
Di usia 19 tahun, Jason mulai giat belajar membaca. Saat siang hari ia bekerja mengajar sebagai guru olahraga, dan malam harinya ia habiskan untuk menempuh berbagai pendidikan tambahan.
Selama kuliah, perjalanan Arday tidaklah mulus. Menurut pengakuan Arday, ia tidak pernah memiliki mentor yang mengajarinya menulis secara akademis.
Arday juga seringkali mendapat penolakan dari beberapa pihak.
“Semua yang saya serahkan ditolak mentah-mentah. Proses peer review sangat kejam, hampir lucu. Namun, saya menerima itu semua sebagai pengalaman belajar, dan saya mulai menikmatinya,” tutur Arday kepada The Times.
Dalam menghadapi kesulitan, dia sangat bertekad mengubah pasang surut kehidupan menjadi sesuatu yang menguntungkan.
Usaha tidak mengkhianati hasil
Dia melanjutkan proses untuk mendapatkan dua kualifikasi master setelah menerima gelar dalam pendidikan jasmani dan studi pendidikan dari University of Surrey.
Arday akhirnya berhasil meraih gelar PhD dari Liverpool John Moores University pada 2016.
Baca Juga: Musim Depan Persib Terancam Kehilangan 1 Pemain Naturalisasi
Arday menerbitkan makalah ilmiah pertamanya pada 2018, menjadi salah satu profesor termuda di seluruh Inggris ketika ia mendapatkan pekerjaan di Sekolah Pendidikan Universitas Glasgow.
"Pekerjaan saya berfokus pada bagaimana kita dapat membuka pintu dan kesempatan bagi lebih banyak orang dari latar belakang yang kurang beruntung. Saya benar-benar memberikan kebebasan dalam ranah pendidikan," ucap profesor bidang Sosiologi Universitas Cambridge tersebut.
Jason yang dulu dicap bodoh, kini telah berubah menjadi sosok jenius dan menerima gelar profesor dari 3 universitas. (*/editor zahran)
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
PHK di Industri Kendaraan Niaga Indonesia Segera Terjadi Jika Impor Truk China Tak Dibatasi
-
Importir Sepakat Jaga Harga Kedelai Rp11.500/Kg untuk Pengrajin Tahu Tempe
-
Ajudan Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Gugat KPK Rp11 Miliar
-
Siswa di Siak Meninggal saat Praktik Sains, Polisi Selidiki Bubuk Hitam-Potongan Besi
-
3 Dekade Berkarya, ADA Band Rilis 'Selalu Ada': Refleksi tentang Kehadiran dan Perpisahan
-
Internet Ngebut di Palembang, Jaringan 5G Telkomsel Makin Luas dan Ini Dampaknya bagi Pengguna
-
Santai Jelang Lawan Persija Jakarta, Bernardo Tavares: Tekanan Menang di Mereka!
-
KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan
-
Anggota DPR Soroti Tragedi Siswa SMP di Siak Meninggal saat Praktik: Saya Tak Habis Pikir
-
HUT ke-45 PTBA Lebih Bermakna, Aksi Donor Darah Libatkan Banyak Pihak