SuaraTasikmalaya.id – “Tidak ada yang tidak mungkin selama mau berusaha.”
Mungkin ini adalah kalimat yang tepat untuk menggambarkan sosok Jason Arday.
Pria Inggris ini sempat terpuruk pada masa mudanya karena didiagnosis mengidap autisme, tetapi kini dia sudah menjadi profesor kulit hitam termuda di Universitas Cambridge.
Lalu siapakah dia dan bagaimana perjuangan dirinya menjadi profesor di tengah keterbatasannya? Berikut kisahnya.
Didiagnosis mengidap autisme
Masa kecil Arday sangatlah suram, ia didiagnosis mengidap gangguan spektrum autisme dan tidak bisa tumbuh kembang secara baik seperti anak seusianya.
Arday tidak bisa berbicara hingga usia 11 tahun, untuk berkomunikasi ia selalu menggunakan bahasa isyarat.
Selain itu, Arday tidak bisa membaca dan menulis hingga 18 tahun.
Kurang dari satu dekade lalu, Arday diharuskan untuk tinggal di fasilitas umum yang disediakan negara dengan pendampingan khusus.
Baca Juga: Musim Depan Persib Terancam Kehilangan 1 Pemain Naturalisasi
Namun, dirinya tidak mau terpuruk dalam kelemahan. Bahkan, dirinya menulis cita-citanya di dinding kamarnya sebagai motivasi.
“Bekerja di Oxford atau Cambridge”
Sewaktu kecil, Arday menyaksikan dua peristiwa penting yang menjadi sumber inspiratif dirinya..
Pertama, peristiwa pembebasan Nelson Mandela (1990). Kedua, kemenangan Afrika Selatan dalam Piala Dunia Rugby (1995).
Kedua peristiwa tersebut memotivasi dirinya untuk menjadi sosok inspirati dan mampu menyelamatkan dunia.
Jatuh bangun selama menempuh pendidikan
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Keuangan Lancar, 3 Zodiak Ini Diprediksi Sukses Finansial 11 April 2026
-
5 Serum Tranexamic Acid Terbaik untuk Hempas Flek Hitam Membandel
-
Dari OOTD Pagi sampai Midnight Vibes, Galaxy A37 5G Bikin Konten Tetap Estetik Seharian
-
Film Anime Mononoke 3 Rilis Trailer Baru, Siap Tayang Mei 2026 di Jepang
-
Tren Pet Parenting Meningkat, PAW Expo 2026 Jadi Destinasi Wajib Pecinta Anabul
-
Kisah Supriadi: Dulu Belajar Silvofishery ke Kalimantan, Kini Sukses Budidaya Nila di Lombok Timur
-
Wajah Mbappe Berdarah! Arbeloa Ngamuk ke Wasit usai Real Madrid Ditahan Girona
-
Terpopuler: HP Snapdragon Paling Murah hingga Google Luncurkan Search Live
-
Luka dari Meurawoe: Membaca Aceh Pasca-DOM dalam Bayang Suram Pelangi
-
West Ham Kirim Tottenham Hotspur ke Zona Degradasi usai Bantai Wolves 4-0