SuaraTasikmalaya.id - Boy William lewat Instagram @boywilliambw17 menyampaikan permintaan maafnya terkait komentar mengenai penampilan Jennie Blackpink di konser Born Pink belum lama ini.
Melalui tayangan di YouTube Kiky Saputri Official, Boy William sempat berpendapat bahwa penampilan Jennie saat konser seperti orang 'malas'.
“I love BLACKPINK. Se-Indonesia juga tahu kalau gua suka BLACKPINK, tapi gua nggak tahu kenapa Jennie kemarin tuh kayak males ya,” tutur Boy saat itu.
Sayangnya komentar Boy William tidak diterima oleh sebagian penggemar Blackpink (Blinks) di internet.
Dalam beberapa hari, Boy William dihujani komentar-komentar kontra terhadapnya.
Lalu, pada Sabtu (19/3/2023), Boy William lewat Instagram baru-nya menyampaikan permintaan maaf.
"Halo semua, ini Boy William. Aku membuat video ini untuk mengklarifikasi dan juga bersungguh-sungguh meminta maaf secara personal kepada kalian yang merasa tersinggung," tutur Boy dalam Bahasa Inggris, dikutip Minggu (19/3/2023).
"Aku membuat candaan yang ditangkap menjadi 'lebih dari sekedar candaan', karena pada momen itu aku tidak berpikir panjang, dan aku tidak bisa mengembalikan kata-kataku sehingga aku minta maaf karena itu," ujarnya.
"Aku tahu tidak seharusnya merendahkan orang lain atau berbicara buruk tentang orang lain," tambah Boy.
Baca Juga: Megawati Curhat Sering Dibully Media: Saya Bisa Gugat Tapi Kasihan, Mereka Cari Makan Juga
Dia mengatakan, video itu dibuat karena banyak akun palsu yang membuat klarifikasi atas namanya.
Boy juga mengaku banyak belajar dari hal ini dan berterima kasih kepada penggemar Blackpink yang menegurnya.
"Sekali lagi, terima kasih dan aku minta maaf," tandas Boy.
Tampak di kolom komentar postingan tersebut, Boy William mendapatkan dukungan dari warganet.
Sebagian warganet menilai komentar Boy William hanya sekedar opini dan tak mengarah pada bully sama sekali.
"Kak boy kayaknya gak usah minta maaf, bukankah orang bebas berpendapat, lagian itukan hanya opini bukan membully," ujar @bian_1970.
"Its okey kak gak perlu minta maaf menurutku kan itu "testimoni"," komentar @helloitsme22__.
"Semangat untuk Boy, salah atau tidak, permintaan maaf adalah hal mulia. Seharusnya setiap orang berliterasi digital dengan cerdas, melihat secara utuh dan memaknai dengan konteks suatu pembicaraan. Kok saya yakin, setelah ini Boy akan menjalani babak baru. Jalan yang baru," tulis @siwinurdiani.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
Terkini
-
Film Disclosure Day Mengguncang Iman dan Keyakinan Manusia, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
-
Cara Nonton Piala Dunia 2026 di TVRI Nasional dan TVRI Sport
-
3 Zodiak Raih Kesuksesan Finansial Selama 15-21 Juni 2026, Siap Banjir Rezeki?
-
Dendam Lama Berujung Teror, Eks Napi Bakar Dua Rumah di Demak dalam Semalam
-
Iri Tetangga Punya Mobil Baru? Video Emak-Emak Buang Kunci Portal Viral
-
Polemik Pembangunan GKJ Solo: Saat Aturan Negara Justru Menjadi Hambatan Beribadah
-
Niat Beli Motor Lewat Facebook, Pemuda di Way Kanan Malah Ditodong Senjata Api
-
Dari Rp150 ke Rp17.000: Menelusuri Sejarah Kenaikan Harga BBM dari Era Soekarno hingga Prabowo
-
Modal Sapu dan Hanger, Pelarian 10 Bulan Otak Pembobol Rumah di Bandar Lampung Berakhir
-
Mengapa Revolusi Tidak Lahir dari Tagar