/
Minggu, 19 Maret 2023 | 19:25 WIB
Megawati Soekarnoputri hadir di HUT UU Desa. Dalam pidatonya singgung Pancasila dan klaim dibully media. (Instagram @presidenmegawati)


SuaraTasikmalaya.id - Hadir di Hari Ulang Tahun (HUT) Undang-Undang (UU) Desa di Gelora Bung Karno (GBK) pada Minggu (19/3/2023), Megawati Soekarnoputri klaim dibully media.

Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri pada kesempatan tersebut menyinggung mengenai ideologi negara Pancasila.

Menurutnya, ia adalah sosok yang berani menyuarakan Pancasila dengan terbuka. Megawati juga menegaskan bahwa Pancasilais tak akan mau dipecah-belah.

"Saya tidak mau dipecah-pecah. Tadi sudah mengakui kami adalah Pancasilais," ujarnya, dikutip dalam tayangan YouTube Kompas TV, Minggu (19/3/2023).

Megawati menilai, banyak orang yang munafik dan jauh dari Pancasilais.

"Banyak orang sekarang yang menurut saya munafik. Kalau saya ya gini, hadap-hadapan," katanya.

Ia lebih lanjut mengatakan ada media yang membully-nya.

"Saya tinggal nunggu wartawan bully saya nggak. Terus nanti saya tanya, media mana yang bully, namanya siapa," ujar Megawati.

Megawati mengklaim mengetahui awak media mana yang melakukan hal itu terhadapnya. Ia menambahkan, sikap demikian artinya tak mengenal Pancasila.

Baca Juga: Menjelang Persib vs Dewa United, Febri Hariyadi Tak Masuk Pemain yang Direkomendasikan Luis Milla untuk Dipertahankan Musim Depan?

"Saya tahu, dia disuruh, tapi dia tidak mengenal Pancasila, tidak mengenal kode etik jurnalistik," ujarnya.

Presiden ke-5 RI ini juga mengaku bisa saja menggugat media yang membully-nya. Namun ia memutuskan untuk tidak melakukannya.

"Saya terima saja. Saya sebenernya boleh gugat, tapi kasihan loh mereka," tandas Megawati. (*)

Load More